Bunga Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa L.)

Gambar 1. Tanaman Bunga Rosella Merah (Sumber: https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-rosella/)

Bunga Rosella atau Hibiscus sabdariffa L merupakan tanaman bunga yang pada awalnya tumbuh subur di benua Afrika. Bunga Rosella pada awalnya hanya digunakan sebagai hiasan dari suatu taman kecil di rumah dan juga seringkali dijadikan minuman hangat ketika musim dingin telah tiba serta dijadikan minuman dingin ketika musim panas. Sebuah penelitian mengungkap bahwa kandungan dari suatu tanaman bunga rosella yang bermanfaat bagi kesehatan adalah pada bagian kelopak bunganya. Kelopak bunga rosella dalam kondisi kering mengandung senyawa aktioksidan. Zat antioksidan bagi tubuh sangat bermanfaat untuk melindungi sel di dalam tubuh dari kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas, dimana radikal bebas merupakan pemicu terjadinya kanker.

Struktur dari tanaman bunga Rosella sama dengan tanaman bunga herbarium lainnya, yaitu bunga yang memiliki ukuran besar serta berwarna merah hingga kuning yang semakin gelap di tengah bunganya. Keluarga dari bunga Rosella ini adalah Malvaceae yaitu keluarga tanaman yang merupakan tanaman semak bercabang banyak, warna dari bunga dan batang serupa dan mencolok, warna daun hijau gelap hingga memiliki batang yang mengandung serat yang banyak sehingga menjadikan tanaman bunga Rosella ini kuat.

Gambar 2. Batang serta Bunga Rosella (Sumber : https://8villages.com/full/petani/article/id/5b02c2dfad0662f803ce24f2)

Bentuk atau tipe dari daun tanaman Bunga Rosella ini adalah menyirip dan juga berseling serta bunga dari tanaman ini bervariasi yaitu berwarna hijau tua hingga merah kekuningan. Tanaman bunga Rosella ini dapat tumbuh setinggi 0,5 meter hingga 2,4 meter. Bentuk dari batang tanaman bunga Rosella ini adalah bulat dan bercabang. Jumlah kelopak dari satu bunga Rosella sekitar 3 hingga 7 buah kelopak bunga. Akar dari tanaman bunga Rosella berjenis akar tunggang dan dapat menembus tanah cukup dalam. Produk lain dari tanaman bunga Rosella selain bunganya yaiitu buahnya yang dapat digunakan dalam campuran kopi memiliki diameter 5,3 cm dan panjang 5 cm. Buah dari tanaman bunga Rosella mengandung biji, dimana biji tersebut dapat digunakan untuk proses  penyemaian, hal ini dilakukan agar dapat memperbanyak dan membudidayakan tanaman bunga Rosella. Pada umumnya, tanaman bunga Rosella akan mulai muncul bunga ketika usia dari tanaman tersebut mulai menginjak sekitar 2 hingga 3 bulan. Ketika usia dari tanaman bunga Rosella tersebut menginjak 5 hingga 6 bulan, bunga Rosella sudah berwarna merah gelap dan siap untuk dipanen. Berikut ini klasifikasi dari tanaman bunga Rosella :

  • Kerajaan : Plantae
  • Sub Kerajaan : Viridiplantae
  • Super Divisi : Embryophyta
  • Divisi : Tracheohyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Super Ordo : Rosanae
  • Ordo : Malvales
  • Keluarga : Malvaceae
  • Genus : Hibiscus L
  • Spesies : Hibiscus Sabdariffa L

Bagian dari tanaman bunga Rosella yang sering dimanfaatkan adalah kelopak dari bunga Rosella. Kelopak dari bunga Rosella memiliki warna merah tua, berair dan juga tebal kelopaknya. Rasa dari kelopak bunga Rosella sangat masam. Produk olahan pangan dari kelopak bunga Rosella selain hanya diseduh menjadi teh seringkali dibuat menjadi agar-agar, sirup, selai hingga manisan. Kandungan asam organik, flavonoid hingga polisakarida pada kelopak bunga Rosella memiliki manfaat sebagai pencegah terjadinya kanker di dalam tubuh manusia. Selain pencegah kanker, kandungan dari kelopak bunga Rosella juga bermanfaat untuk menstabilkan tekanan darah, memperlancar peredaan darah hingga mencegah sulitnya BAB (Buang Air Besar). Daun dari tanaman bunga Rosella juga dapat dimanfaatkan untuk lalapan yang direbus. Hal ini dikarenakan daun dari tanaman bunga Rosella mengandung banyak zat yang berguna bagi tubuh seperti protein, magnesium, fosfor hingga vitamin C.

Rosela - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gambar 3. Kelopak Bunga Rosella Kering ( Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Rosela)

Berdasarkan manfaat yang cukup berlimpah dari kelopak bunga Rosella, pembudidayaan tanaman bunga Rosella dapat menjadi sesuatu yang dapat memberikan manfaat selain dalam segi kesehatan juga dalam segi ekonomi karena harga dari kelopak bunga Rosella dalam keadaan kering yaitu berkisar Rp 60.000 hingga Rp 80.000. Harga dari kelopak bunga Rosella cukup tinggi karena kandungan kelopak bunga Rosella yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia dan menjadikannya sebagai salah satu tanaman obat herbal. Dibalik dari berbagai manfaat yang dapat diperoleh dari tanaman bunga Rosella terdapat hambatan dalam melakukan budidaya di wilayah perkotaan untuk tanaman tersebut yaitu keterbatasan lahan yang tersedia di perkotaan, sehingga penanaman tanaman bunga Rosella di perkotaan hanya untuk penghias halaman rumah dan kalaupun dikonsumsi hanya untuk pribadi saja dan tidak dijadikan tempat untuk mendapatkan keuntungan dari segi ekonomi.

Penanaman tanaman menggunakan sistem hidroponik merupakan salah satu solusi bagi keterbatasan lahan di perkotaan. Keunggulan dari penggunaan sistem hidroponik untuk membudidayakan suatu tanaman adalah dapat dilakukan di tempat dengan keterbatasan lahan, hama atau penyakit tanaman dapat dikontrol, kualitas dari tanaman lebih baik hingga sistem hidroponik lebih bersih diibandingkan sistem penanaman biasa di tanah. Sistem penanaman hidroponik terdapat dua jenis berdasarkan penggunaan media tanam yaitu kultur air dan substrat. Sistem hidroponik kultur air menggunakan air sebagai sarana bagi nutrisi agar dapat sampai hingga akar dari tanaman, sehingga nutrisi akan dilarutkan terlebih dahulu ke dalam air. Sistem hidroponik substrat menggunakan media tanam selain tanah yang dimana media tanam tersebut memiliki fungsi dalam menangkap air/water holding dan dapat menjadi sarana bagi akar dari suatu tanaman untuk dapat berdiri tegak.

Dutch bucket merupakan salah satu jenis dari sistem hidroponik secara substrat. Dutch bucket dianggap cocok digunakan sebagai media penanaman bagi tanaman bunga Rosella. Sistem penanaman hidoponik menggunakan ducth bucket ini pemberian airnya menggunakan irigasi tetes serta media tanam yang digunakan di dalam ember atau ­bucket nya adalah bisa berupa arang sekam, sekam padi, cocopeat hingga batuan zeolite dimana media tanam tersebut memiliki kemampuan dalam menahan air/water holding yang cukup baik serta memberikan aerasi atau sirkulasi udara yang baik.

Gambar 4. Sistem Hidroponik Dutch Bucket (Sumber : https://civitas.uns.ac.id/ApaAjaAda/2019/12/20/dutch-bucket-sistem-budidaya-tanaman-modern-dan-terpopuler/)

Aerasi dan water holding yang baik akan berpengaruh baik kepada kinerja akar dalam menyerap hara yang dialirkan melalui air dan menetes langsung ke zona perakaran dari tanaman bunga Rosella. Kinerja dari akar yang baik akan mempengaruhi secara baik segala aktivitas yang dilakukan dan menjadikan tanaman bunga Rosella yang memilii kualitas yang baik mulai dari kondisi daun, batang hingga bunga sebagai produk utama dari tanaman bunga Rosella ini akan mendapatkan kualitas yang terbaik.

Gambar 5. Akar Tanaman Bunga Rosella (Sumber : https://jfauzan.wordpress.com/2018/07/30/budidaya-tanaman-rosellahibiscus-sabdariffa/)

Penggunaan sistem hidroponik ducth bucket ini mempertimbangkan jenis dari akar tanaman bunga Rosella ini. Bentuk akar dari tanaman bunga Rosella ini yaitu akar tunggal memanjang dan dapat menembus ke dalam tanah dengan cukup dalam. Penggunaan ember atau bucket akan mampu menjadi sarana yang baik bagi akar tanaman bunga Rosella dalam melakukan tugasnya seperti menyerap hara dan sebagai pondasi bagi tanaman itu sendiri. Tanaman bunga Rosella akan tumbuh sangat baik dengan keadaan media tanam yang gembur, sehingga penggunaan media tanam arang sekam dan cocopeat akan menjadi media tanam yang cocok bagi tanaman bunga Rosella ini.

Sumber Referensi :

Faridasari, R.D., dan Mulyantini, S. 2009. Pengeringan Kelopak Bunga Rosella
Menggunakan Tray Dryer. Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas
Diponegoro

Mahadevan, N., Shivali and Pradeep kamboj.. 2009. Hibiscus sabdariffa Linn. –An
overview. Natural product Radiance. Vol. 8 (1): 77-83.

Nurdin, S. Q. (2017).  Mempercepat Panen Sayuran Hidroponik. AgroMedia. Tanggerang Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *