Bunga Anggrek (Orchidaceae)

Gambar 1. Biji Anggrek (Sumber: http://beritaanggrek.blogspot.com/2013/01/budidaya-anggrek-part-1.html, 2013)

Tanaman hias atau Ornamental plant adalah jenis tanaman hortikultura non-pangan yang fungsi utamanya dimanfaatkan oleh seseorang untuk dinikmati nilai keindahannya. Keindahannya dapat digunakan sebagai penghias di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Indonesia dapat menghasilkan berbagai macam komoditas tanaman hias karena Indonesia berada pada iklim tropis dan memiliki kondisi permukaan mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Hal ini menjadikan Indonesia berpotensi sebagai penghasil industri tanaman hias yang berorientasi pada konsumen dalam lingkup nasional maupun internasional.

Bunga anggrek adalah salah satu tanaman hias yang banyak digemari oleh banyak orang selain bunga mawar dan bunga lainnya. Tanaman ini memiliki bunga yang indah dan memiliki ragam variasi. Bunga anggrek juga memiliki nilai jual yang tinggi, faktor yang mempengaruhi hal ini terletak pada keberhasilan dalam pembungaannya yang terdiri dari bentuk, corak, warna dan wangi yang dapat dinikmati oleh seseorang. Bunga anggrek dapat dijual dengan harga mulai dari puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah tergantung pada jenis dan faktor keberhasilan pembungaannya.

Bunga anggrek termasuk ke dalam tanaman dengan biji tertutup sehingga tanaman ini digolongkan sebagai tanaman angiospermae. Angiospermae sendiri diartikan sebagai semua tanaman yang mempunyai bunga dan menghasilkan biji tertutup. Berdasarkan morfologinya, bunga anggrek terdiri dari akar, batang, bunga, buah, daun, dan biji.

Buah pada bunga anggrek memiliki bentuk yang berbeda tergantung dari jenis anggreknya. Buah anggrek dapat menghasilkan biji dengan jumlah yang sangat banyak dan ukuran yang sangat kecil yaitu dengan panjang 1,0 – 2,0 mm dan lebar 0,5-1,0 mm. Buah pada bunga anggrek dapat menghasilkan 1.000 hingga 4.000.000 biji.

Biji pada bunga anggrek berukuran sangatlah kecil dan berwarna kuning kecoklatan. Biji bunga anggrek memiliki struktur yang terdiri dari testa dan embrio. Testa pada biji bunga anggrek merupakan jaringan mati dan merupakan ruangan kosong dengan kapasitas udara sebanyak 96%, sedangkan embrio pada biji bunga anggrek berbentuk lonjong. Biji bunga anggrek memiliki kapasitas cadangan makanan yang sangat terbatas, sehingga apabila dilakukan perkecambahan secara alami persentase nilai yang diperoleh sangat rendah. Biji bunga anggrek dapat bersimbiosis dengan mikoriza sebagai penyedia zat gula yang berguna sebagai sumber energi bagi biji untuk berkecambah.

Penanaman dimulai dengan menanamkan biji atau benih bunga anggrek┬á hingga menjadi tanaman muda atau yang sering disebut dengan pembibitan. Hal ini dapat berlangsung lama yaitu sekitar 3 – 6 bulan lamanya. Selama waktu itu, bibit harus disiram dengan air layaknya tanaman pada umumnya, namun penyiraman tidak perlu terlalu ekstrim karena anggrek tidak membutuhkan banyak air. Selain itu anggrek juga perlu diberikan pupuk untuk memenuhi nutrisi, hal ini diperlukan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair GDM Spesialis Tanaman Hias. Pupuk ini mengandung unsur makro dan mikro yang dibutuhkan oleh anggrek. Pembibitan dilakukan agar bibit dapat dikelompokan berdasarkan bibit yang bagus maupun yang kurang bagus. Bibit yang bagus berpotensi untuk menjadi bunga yang indah dan bernilai ekonomi tinggi.

Akar pada bunga anggrek memiliki fungsi layaknya tanaman pada umumnya yaitu untuk mengambil dan menyerap sumber nutrisi dan menyalurkannya ke seluruh bagian tanaman. Akar pada bunga anggrek juga dapat digunakan untuk menempelkan tubuh anggrek pada suatu media tanamnya. Bunga anggrek memiliki akar dengan bentuk silindris, berwarna putih, licin, berdaging lunak, lengket, mudah patah dan berfilamen. Filamen disini berguna sebagai pelindung pada sistem saluran akar dan bagian ini terdiri dari beberapa lapis sel berongga dan transparan. Filamen disini juga memiliki kegunaan untuk menyerap air saat proses evapotranspirasi. Akar pada bunga anggrek akan tumbuh sekitar 3 bulan setelah benih atau biji ditanam.

Batang pada bunga anggrek dapat digolongkan menjadi dua tipe. Golongan-golongan itu diantara lain adalah anggrek tipe simpodial dan monopodial. Sesuai dengan namanya anggrek tipe monopodial adalah anggrek yang titik tumbuhnya satu(mono) yaitu berada pada ujung batang dimana pertumbuhannya lurus ke atas. Pada tipe ini bunga akan keluar pada sisi batang dan diantara dua ketiak daun. Anggrek tipe simpodial adalah anggrek yang tidak memiliki batang utama dimana bunga akan keluar pada ujung batang dan terdapat lebih dari satu titik tumbuh, hal ini yang membedakan tipe ini dengan tipe monopodial. Anggrek dengan tipe simpodial biasanya bersifat epifit dimana ia akan tumbuh dengan cara menumpang pada tumbuhan lain atau tumbuh pada suatu media tanam selain tanah. Berbeda dengan parasit, tumbuhan dengan sifat ini dapat sepenuhnya hidup mandiri dengan memanfaatkan berbagai keadaan di lingkungannya, namun tidak menutup kemungkinan tanaman dengan sifat ini akan mengambil sumber cahaya di sekitarnya untuk kebutuhannya dalam proses pertumbuhan.

Gambar 2. Batang Bunga Anggrek (Sumber: https://deweezz.com/ciri-ciri-bunga-anggrek/, 2020)

Umumnya bunga pada anggrek memiliki beberapa bagian penting. Bagian-bagian tersebut antara lain adalah sepal, petal, benang sari, putik dan bakal buah. Sepal pada bunga anggrek berfungsi sebagai pelindung bunga yang terletak paling luar ketika bunga dalam kondisi belum mekar. Sepal pada bunga anggrek berjumlah tiga. Pada umumnya ketiga sepal tersebut memiliki bentuk yang sama, sepal pada bagian atas disebut sebagai Sepallum Dorsale dan sepal yang lainnya disebut sebagai Sepallum Lateralia. Petal pada bunga anggrek disebut juga dengan daun mahkota. Petal disini berjumlah sama seperti sepal yaitu berjumlah tiga, dimana kedua diantaranya berada paling atas dan memiliki bentuk yang sama, sedangkan satu petal yang lainnya berubah menjadi labellum atau bibir bunga dimana labellum disini berfungsi sebagai organ reproduksi dan pada setiap bunga anggrek memiliki labellum yang berbeda-beda. Bunga anggrek membutuhkan waktu yang cukup lama untuk panen pertamanya, yaitu kurang lebih 6 – 12 bulan lamanya setelah pemindahan bibit pada media tanam. Setelah panen pertama maka tanaman sudah menjadi tanaman dewasa dan bunga akan mekar secara berkala yaitu satu hingga dua kali dalam setahun.

Gambar 3. Bunga Anggrek (Sumber: https://www.anggrekmania.com/bagian-bagian-bunga-anggrek/, Tidak Diketahui)

Daun pada bunga anggrek memiliki bentuk yang bervariasi. Bentuk daunnya mulai dari bulat memanjang hingga lonjong. Bunga anggrek merupakan tanaman monokotil dimana daun pada bunga ini memiliki tulang daun yang lurus sejajar dengan helai daun dan menjaring lebar. Warna daun dari bunga anggrek ada yang berwarna hijau muda, hijau tua, dan hijau kekuningan tergantung pada jenisnya. Daun pada bunga anggrek akan tumbuh dalam masa pembibitan yaitu kurang lebih 3 – 6 bulan lamanya.

Gambar 4. Daun Anggrek (Sumber: https://intranet2012.wordpress.com/2012/11/25/merawat-tanaman-anggrek/, 2012)

Bunga anggrek dapat dibudidaya dengan teknik hidroponik yaitu dengan cara mengganti media tanamnya. Setelah dilakukan pembibitan, bibit dapat dipindahkan ke dalam media tanam. Media tanam yang disiapkan dapat berupa rockwool, akar kadaka, arang, keramik, moss dan media tanam lainnya. Pemilihan media tanam harus tepat agar proses pertumbuhan dan pembungaan dapat berjalan dengan baik. Sistem hidroponik yang digunakan dapat menggunakan Wick System dimana bunga anggrek dan media tanamnya ditaruh di dalam pot dengan bantuan sumbu untuk melembabkan media tanamnya dan taruh pot pada sistem hidroponiknya, sebagai contoh dapat menggunakan pipa PVC pada sistem hidroponik Wick System.

Gambar 5. Sistem Hidroponik Anggrek (Sumber: https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2018/07/12/512/927511/prodi-agribisnis-universitas-janabadra-peroleh-nilai-a, 2018)

Apabila perawatan bunga anggrek dilakukan secara intensif dan konsisten, maka bunga ini dapat terus hidup hingga kurang lebih 5 tahun lamanya.

 

REFERENSI

  • Wirawaatmaja, I., W. (2016). Teknologi Budidaya Tanaman Hias. Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Bali. https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_pendidikan_1_dir/adfa61e1b0c7fa918be345dc91a114a3.pdf
  • Dimas. (2020). Cara Menanam Bunga Anggrek Yang Benar. Diakses pada 25 Desember 2020, dari https://kutanam.com/cara-menanam-bunga-anggrek/#:~:text=Penyiraman%20sebaiknya%20dilakukan%202%20kali,ketika%20kalian%20sudah%20melakukan%20pemupukan.
  • Wahyu. (2020). Mekar dan Unik Hasilnya, Berikut Cara Budidaya Anggrek Menghasilkan Keuntungan. Diakses pada 25 Desember 2020, dari https://gdm.id/budidaya-anggrek/
  • Deweezz. (2020). Inilah Jenis dan Ciri-Ciri Bunga Anggrek dengan Pembahasan Lengkap dan Contohnya. Diakses pada 25 Desember 2020, dari https://deweezz.com/ciri-ciri-bunga-anggrek/
  • Bunga Anggrek. Diakses pada 25 Desember 2020, dari https://sinta.unud.ac.id/uploads/dokumen_dir/72428de792f4f5c5de59928d5b4a3c2e.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *