Budidaya Tomat Cherry Hidroponik Sistem Fertigasi

Hidroponik adalah metode bertani saat ini. Beberapa orang telah menerapkan inovasi ini di rumah. Apalagi yang memiliki lahan sangat terbatas. Dalam rangka meluangkan waktu untuk bekerja di rumah, sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari, kita dapat melakukan kegiatan Urban Farming. Tanaman yang digunakan dapat berupa tanaman apa saja. Salah satunya adalah Tomat Cherry. Buah yang mengandung antioksidan ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia.

Tomat Cherry adalah produk hortikultura, kaya vitamin A dan C. Bagi sebagian kalangan, tomat cherry dianggap memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dari tomat biasa. Mengingat pastinya sangat menarik secara visual, memiliki warna merah cerah, ukuran buah lebih kecil, serta rasa lebih manis dan tekstur renyah. Jika keberadaannya di pasaran mengancam keberadaan tomat lokal, tak ada salahnya. Tingkatkan produksi tomat cherry dengan cara pemupukan, pemilihan media tanam dan air yang cukup serta teknik tanam lainnya. Tanaman tidak dapat menyerap unsur hara dalam bentuk padat, sehingga harus dilarutkan dengan pemupukan (fertigasi). Pemilihan media tanam dilakukan secara selektif karena berpengaruh pada kombinasi air dan proses penyimpanan. Jika dibudidayakan dengan sistem hidroponik, hasilnya bisa dua kali lipat dari budidaya konvensional. Inilah mengapa tomat cherry banyak ditanam dengan menggunakan sistem hidroponik. Diantara berbagai sistem hidroponik yang ada, pemupukan merupakan salah satu pilihan tepat untuk pemilihan sistem hidroponik pada budidaya tomat cherry. Selain memberikan manfaat untuk meningkatkan produktivitas tanaman, sistem hidroponik juga dapat menghasilkan produk yang higienis. Oleh karena itu, jangan heran jika produk pertanian hidroponik termasuk tomat cherry harganya mahal.

Pada budidaya tahap pertama yang terpenting tentunya pemilihan dan persiapan bibit tanaman yang akan ditanam. Untuk memperoleh bibit tomat cherry bisa beli di toko-toko yang menjual bibit tanaman pertanian tentunya perlu diperhatikan masa berlaku, varietas dan efisiensi produksi bibitnya, karena bibit tersebut bersifat yang dapat menghasilkan produktivitas tinggi tentunya dapat memberikan panenan yang luar biasa.

Setelah bibit siap, langkah selanjutnya adalah penanaman. Karena penanaman dilakukan dengan cara hidroponik berbeda dengan cara menyemai bibit konvensional, maka berikut ini adalah langkah-langkah penggunaan media tanam rockwoll untuk menyemai tanaman tomat cherry untuk mendorong pembenihan dan pemeliharaan. Sebelum disemai, bibit harus direndam dalam air. Potong rockwoll dengan ukuran 3×3 cm, Kemudian, angkat setelah media basah dan air tidak menetes lagi. Tata rockwoll ke dalam tray semai, kemudian buat lubang tanam menggunakan tusuk gigi, lalu masukkan benih ke dalam lubang tanam. Tempatkan tray di ruangan yang sejuk dan tutupi dengan warna hitam atau koran. Setelah 4-5 hari, buka tutupnya dan letakkan tray bibit di luar sambil terus dipelihara hingga tanaman siap dipindahkan ke fasilitas hidroponik. Sambil menunggu bibit siap untuk disemai, sebaiknya mulai mempersiapkan fasilitas hidroponik untuk sistem fertigasi. Bila bibit sudah siap dan media tanam sudah siap maka penanaman bisa langsung dilakukan.

Berikut tahapan menyiapkan fasilitas hidroponik yang telah di fertigasi, Siapkan media tanam berupa arang sekam, lalu siapkan kantong polybag besar dengan diameter 30 cm. Kemudian masukkan media tanam ke dalam polybag dan isi sampai ke pinggir. Susun polybag yang telah diisi dengan rapi. Kemudian pasang pupuk dengan cara menempatkan pipa di sisi kanan polybag. Lalu pasang selang dan batang pupuk di setiap polybag hingga hubungkan ke pipa yang telah dibuat sebelumnya jangan lupa atur pompa untuk membuang larutan nutrisi setiap 2 jam dan kemudian matikan sepenuhnya di malam hari, setalah itu siapkan juga ember air atau wadah penampungan air berisi larutan nutrisi, kemudian sambungkan ke pipa utama untuk dialirkan ke pipa irigasi dan pupuk.

Setelah bibit berumur 1 bulan tanam atau setelah bibit mencapai tinggi 15 cm bisa langsung dipindahkan ke media tanam yang lebih besar. Tahap penanaman ini mudah dan dapat dilakukan dengan pilih bibit yang benar-benar sehat, tidak terkena hama dan penyakit serta memiliki pertumbuhan yang optimal. Buat ukuran lubang tanam 3-5 cm. kemudian bibit disemai pada medium pericarp termasuk rockwoll lalu tutup kembali lubang tanaman hingga tertutup rata. Kemudian, diamkan selama 3 hari, lalu alirkan larutan nutrisi ke tanaman selama 5-10 menit. Perawatan dan pemeliharaan harus dilakukan dengan hati-hati, seperti cara menanam paprika dengan sistem mulsa, cara mengatasi jerawat melon, dan cara mengobati busuk melon. Karena kualitas dan hasil sangat bergantung pada proses ini. Beberapa tahapan perawatan dan pemeliharaan termasuk penyiraman otomatis setiap 2 hari sekali. Air sesuai cuaca dan kondisi. Jika suhunya tinggi, pompa harus dihidupkan di instalasi sprikle sebanyak mungkin. Sebab media arang sekam tidak memiliki kemampuan menahan air. Oleh karena itu tentunya perlu dilakukan penyiraman secara rutin agar tanaman tidak mengalami kekeringan. Pemberian larutan nutrisi harus diberikan setiap hari untuk merangsang pertumbuhan dan mencapai produktivitas tanaman yang optimal. Gunakan nutrisi AB Mix yang dosisnya tertera pada label. Ganti larutan nutrisi di tangki penyimpanan cairan setiap 3 hari. Kebersihan lingkungan juga sangat penting karena itu akan membantu tanaman terhindar dari hama dan penyakit. Lingkungan yang bersih akan mencegah kelangsungan hidup dan perkembangbiakan hama atau penyakit. Sebaliknya, lingkungan yang kotor dan lembab merupakan sarang dan tempat bertumbuh yang sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Hal yang sama berlaku untuk pembersihan lingkungan dan lokasi penanaman secara teratur. Lalu ada pemangkasan yang bertujuan untuk mempermudah pertumbuhan dan mempercepat proses pembuahan. Buang cabang yang terlalu padat dan tidak produktif. Saat tanaman mencapai ketinggian 2 meter, pangkas ujung tanaman untuk mengontrol pertumbuhan ke atas. Mengingat tinggi maksimal tomat cherry bisa mencapai 3 meter. Oleh karena itu, sangat penting untuk memasang langaran atau patok agar tanaman tidak terjatuh terterpa angin. Pada sistem budidaya hidroponik, tiang pancang yang digunakan terbuat dari benang nilon. Benda-benda yang menempel pada atap bangunan kemudian diikat dengan tali dengan kayu yang direkatkan pada media tanam guna menata bentuk tanaman dan menguatkan tanaman agar tidak mudah roboh.

Pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan melakukan penyemprotan pestisida dan fungisida secara teratur. Dosis yang digunakan adalah dosis anjuran. Semprotkan setidaknya seminggu sekali, dan hentikan penyemprotan saat tanaman akan mulai panen. Masa panen pada umur 2-3 bulan tomat cherry sudah berbuah dan siap dipanen. Saat buah mencapai ukuran maksimal dan warna menjadi kuning kemerahan, panen selesai. Oleh karena itu, segera petik satu tandan buah dari batangnya dan Simpan tanaman di tempat yang sejuk dan pisahkan jika buahnya membusuk atau rusak.

DAFTAR PUSTAKA

Harjoko, D., dan Samhudi. 2006. Pengaturan Komposisi Nutrisis dan Media dalam Budidaya Tanaman Tomat Dengan Sistem Hidroponik. Skripsi Fakultas Pertanian UNS Solo.

Kusmayanti, N., N. Herlina and Syamira. 2012. Effect of Water Management on Yield of Tomato Plant (Lycopersicum esculentum Mill.). Journalof Agriculture and Food Technology 2 (1) : 16-20.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *