Budidaya Tanaman Tomat Menggunakan Sistem Hidroponik

Tomat (solanum lycopersicum) ialah suatu tanaman yang berasal dari benua Amerika tepatnya di daerah Meksiko dan Peru. Masuk pertama kali ke benua Asia melalui bantuan negara Spanyol yang membawa tomat ke Filipina dan akhirnya menyebar ke daerah lainnya di seluruh benua asia. Tanaman ini adalah tanaman semusim yang dimana berumur pendek,hanya satu kali berproduksi dan setelahnya akan mati. Manfaat dari tanaman yang disahkan secara legal oleh pengadilan tinggi amerika serikat sebagai sayuran ini sangatlah banyak yaitu memiliki banyak kandungan vitamin diantaranya terdapat vitamin C yang berguna untuk membantu kesehatan gusi dan gigi, vitamin A yang berguna untuk kesehatan organ penglihatan, sistem kekebalan tubuh, dan pertumbuhan juga reproduksi, selain memiliki vitamin yang sangat berguna untuk tubuh, tomat juga mengandung antioksidan yang dapat melawan efek radikal bebas, tomat juga bisa sebagai pilihan alternatif bagi orang-orang yang sedang diet dan menjaga kebugaran tubuh, di dalam dunia kosmetik tomat juga dapat dimanfaatkan sebagai masker untuk menjaga kecantikan kulit wajah serta menghilangkan jerawat. Indonesia merupakan negara penghasil komoditi terbesar di Asia, menunjukkan bahwa tanaman komoditas hortikultura ini sangat banyak diminati oleh masyarakat Indonesia.


Tomat berkembang produktif di daerah yang beriklim dingin dengan temperatur 20 hingga 27 derajat celcius serta curah hujan sekitar 750-1250 miligram per tahun, hal ini yang menyebabkan tomat tidak bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut kita bisa menggunakan sistem hidroponik. Sistem hidroponik adalah cara bercocok tanam yang dimana media tanam tidak menggunakan tanah melainkan dengan menggunakan media air atau larutan, arang, pasir, pecahan batu bata, serbuk kayu, serat mineral dan sabut kelapa. Langkah-langkah, alat dan bahan yang digunakan untuk menanam tomat menggunakan sistem hidroponik :
1. Mempersiapkan Daerah Tanam
Pertama-tama hal yang perlu kita siapkan untuk mendapatkan proses pertumbuhan tomat hidroponik yang baik adalah lokasi atau daerah tanam yang mendukung, lokasi tersebut ialah lokasi yang wajib terkena sinar matahari selama 8 jam sehari. Penting sekali untuk memperhatikan daerah tanam agar terkena sinar matahari, karena sinar matahari sangat penting untuk tumbuhan dalam melakukan proses fotosintesis.

2. Memilih Media Tanam
Di sistem hidroponik kita tidak menggunakan media tanam tanah, melainkan menggunakan media tanam lainnya. Tanaman tomat memerlukan cengkraman akar yang kuat, oleh karena itu kita harus menggunakan media tanam yang mirip dengan tanah. Media tanam yang cocok akan hal ini adalah pasir, sekam bakar, hidroton, kerikil, cocopeat, cocogrow, permit, bubuk kayu, arang, dan serabut akar.
Dari beberapa media tanam diatas yang dianjurkan untuk digunakan adalah cocogrow. Cocogrow ialah gabungan dari cocopeat (serabut kelapa halus) dengan sekam bakar. Selain itu, cocogrow juga mudah ditemui dan tidak membutuhkan biaya yang banyak.

3. Memilih wadah
Kita bisa memilih menggunakan wadah antara pot hidroponik, pot plastik, ataupun pot dari gerabah. Jika ingin memperkecil biaya kita bisa menggunakan polibag plastik berdiameter 25 – 40 cm. Wadah ini nantinya akan dipakai sebagai tempat pindah tanam bibit tomat mulai dari tomat remaja sampai dewasa dan bisa dipanen.

4. Pembibitan Tomat
Untuk memperoleh hasil panen yang memuaskan kita dapat memakai benih unggul yang bisa dijumpai di toko-toko pertanian. Pertama-tama kita merendam benih dengan air hangat selama 4-8 jam. Lalu siapkan tray semai yang sudah diisi dengan media tanam, siram dengan air dan beri lubang pada media tanam. Setelah itu masukkan benih yang sudah direndam tadi. Apabila benih sudah berkecambah letakkan di tempat yang dapat dijangkau oleh sinar matahari. Untuk menjaga kelembapannya kita harus menyirami bibit tomat setiap hari secara rutin. Setelah berumur 14 hari atau daun sudah muncul lebih dari 4 maka dapat di pindah tanam.

5. Menyiapkan Nutrisi Hidroponik
Setelah Pembibitan langkah selanjutnya adalah menyiapkan nutrisi hidroponik, nutrisi hidroponik merupakan pupuk yang dikhususkan untuk tanaman hidroponik. Nutrisi hidroponik bisa diberikan ke tanaman ketika sudah muncul daun atau saat dipindahkan ke wadah pindah tanam. Pemberian nutrisi hidroponik ini dilakukan secara bertahap setiap minggu dengan nilai PPM yang terus bertambah hingga mencapai nilai PPM maksimal dari tanaman hidroponik tersebut.
Untuk tanaman tomat hidroponik nutrisi yang digunakan adalah nutrisi sayuran buah atau bisa menggunakan nutrisi hidroponik yang di khususkan untuk tanaman tomat. Dapat ditemukan di toko pertanian atau website online shop.

6. Memindahkan Bibit Tomat
Sebelum memindahkan bibit tomat yang telah disemaikan kita harus menyiapkan polibag yang didalamnya sudah diisi dengan cocogrow yang telah basah hingga nyaris penuh. Lalu kita buat lubang pada cocogrow kemudian letakkan bibit yang sudah disemaikan ke lubang tersebut. Jika sudah, tutup dengan cocogrow dan siram dengan air nutrisi hidroponik. Terakhir letakkan di tempat yang mendapat sinar matahari yang cukup.

7. Perawatan Setelah Pindah Tanam Bibit
Untuk merawat bibit tomat yang sudah dipindahkan kita perlu menyiram dan memberikan pupuk pada bibit. Dalam proses penyiraman sebaiknya dilakukan secara rutin (setiap hari) dan jangan terlalu berlebihan atau jangan sampai tumpah airnya. Untuk pemberian pupuk bisa digabung dengan penyiraman, atau dengan kata lain, menyiram sekaligus memupuk.

8. Panen
Buah tomat bisa di panen saat usia sekitar 80-90 hari sehabis pindah tanam. Adapula ciri-ciri buah tomat yang telah masak ialah warnanya sudah menjadi kemerahan.

Keunggulan dan Kerugian

A.Keunggulan atau benefit menggunakan sistem hidroponik dalam menanam tomat yaitu :
-Proses pertumbuhan tanaman tomat lebih baik karena berkurangnya perebutan nutrisi dari tanaman lain yang terjadi jika menggunakan metode konvensional menggunakan tanah
-Kemungkinan resiko terserang hama lebih kecil khususnya hama tanah
-Kualitas buah yang dihasilkan lebih bagus
-Perawatan yang dibutuhkan oleh tanaman menjadi berkurang
-Mudah diterapkan di mana saja dan menghemat tempat
-Dikarenakan tidak menggunakan media tanam tanah, area bercocok tanam jadi semakin bersih
-Buah tomat yang dipanen dari sistem hidroponik akan lebih fresh karena terbebas dari kandungan kimia seperti pestisida dan herbisida
-Hasil panen akan lebih banyak

B.Kerugian menggunakan sistem hidroponik dalam menanam tomat yaitu :
-Memperlukan keterampilan dan pengetahuan yang memadai
-Membutuhkan fokus dan ketelitian yang tinggi
-Memperlukan pupuk khusus

DAFTAR PUSTAKA
Mursid, Bagus. 2018. 8 Cara mudah menanam tomat dengan metode hidroponik. https://hidroponikyuk.com/hidroponik-tomat/
Onggo, T.M & dkk. 2015. Pertumbuhan, Hasil dan Kualitas Tomat cv. Marta-9 Pada Berbagai Sistem Budidaya Dalam Rumah Plastik di Dataran Medium Jatinangor, Dalam Jurnal Kultivasi Volume 14(1). Universitas Padjadjaran
Ratnasari, Kartika. 2020. Keunggulan budidaya sayuran hidroponik & 10 jenis yang mudah ditanam. https://artikel.rumah123.com/keunggulan-budidaya-sayuran-hidroponik-10-jenis-yang-mudah-ditanam-58213
Shodiq, Arif. 2020. Begini cara budidaya tomat metode hidroponik dan lapangan. https://m.sariagri.id/hortikultura/56392/begini-cara-budidaya-tomat-metode-hidroponik-dan-lapangan
Dictio.id. “Apa Keunggulan dan Kelemahan dari Hidroponik” Forum Tanya Jawab dan Diskusi Online. 3 Juli 2020. https://www.dictio.id/t/apa-keunggulan-dan-kelemahan-dari-hidroponik/138286. Diakses pada 10 November 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *