Budidaya Tanaman Kale (Brassica oleracea ochephala) Skala Rumahan dengan Teknologi Hidroponik

Tidak terasa telah genap delapan bulan berlalu sejak dikonfirmasinya kasus pertama virus korona pada tanggal 2 Maret 2020 lalu oleh Presiden Joko Widodo. Bahkan perhitungan total jumlah kasusnya hari ini, Rabu 11 November 2020 telah mencapai 448 ribu kasus. Dengan melihat jumlah kasus tersebut, kemungkinan besar kebijakan Social Distancing ini dapat diperpanjang lebih lama lagi. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan bahwa pandemi ini dapat menyebabkan krisis pangan kedepannya. Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk bertahan dari krisis pangan yang dapat terjadi tersebut? Yaitu dengan cara melakukan budidaya tanaman di rumah dengan teknologi hidroponik.

Teknik hidroponik adalah metode tanam yang tidak menggunakan media tanah, tetapi dengan menggunakan media air serta menggunakan nutrisi yang sesuai dibutuhkan oleh tanaman agar pertumbuhan dapat berjalan optimal.

Selain itu, teknologi hidroponik ini memiliki banyak keuntungan, seperti:

  1. Dapat dilakukan di tempat yang terbatas
  2. Perawatannya mudah
  3. Penggunaan nutrisinya efisien
  4. Pemanenan dapat tercapai dengan waktu yang relatif lebih cepat
  5. Higienis karena tidak menggunakan pestisida
  6. Hasil produksi bisa berkelanjutan
  7. Harga jual tanamannya tinggi
  8. Tidak terikat oleh iklim
  9. Lebih bersih
  10. Ramah lingkungan

Untuk melakukan budidaya tanaman kale, sebaiknya kita bahas dulu apa itu tanaman kale. Tanaman kale (Brassica oleracea ochephala) merupakan satu keluarga dengan tanaman sawi, kol, kubis, brokoli, dan lain-lain. Tumbuhan ini berasal dari sekitar Laut Tengah. Kale ini termasuk kedalam tanaman yang memiliki daun dan batang yang dapat terus tumbuh memanjang serta membesar.

Ketika batangnya tumbuh tinggi, pemanenan dapat menjadi sedikit lebih sulit dikarenakan daun barunya tidak tumbuh kembali pada bagian bekas tumbuh daun, tetapi hanya pada bagian pucuk. Tanaman ini akan optimal jika ditanam di dataran tinggi seperti pegunungan karena dibutuhkan udara yang sejuk. Tetapi, jika ingin menanam ini di dataran rendah juga bisa, hanya saja diperlukan jaring paranet 50% ketika cuacanya panas terik.

Lalu, untuk langkah-langkah pembudidayaannya adalah sebagai berikut.

  1. Tahap penyiapan benih

Sebelum menanam hidroponik kale, dilakukan melakukan pemilihan benih. Pilihlah benih kale yang memiliki kualitas yang bagus serta memiliki probabilitas keberhasilan pertumbuhan yang tinggi. Adapun ciri dari sebuah benih yang berkualitas pastinya adalah sehat, tahan penyakit juga hama, lalu pertumbuhan ketika proses perkecambahannya baik, dan yang terakhir adalah tidak cacat.

  1. Tahap pembibitan

Pembibitan kale hidroponik dilakukan dengan menggunakan rockwool. Ukuran rockwool disesuaikan dengan ukuran netpot. Selanjutnya, tempatkan rockwool pada baskom atau baki dan diberi air secukupnya hingga terlihat basah. Setelah itu, lubangi rockwool dan masukkan benih ke lubang tersebut. Jangan lupa untuk menyimpannya ditempat yang terkena sinar matahari, agar ketika proses perkecambahan tidak terjadi etiolasi. Kemudian, setelah memiliki 4 daun, benih-benih tersebut dapat dipindahkan ke netpot untuk dilanjutkan ke dalam instalasi hidroponik.

  1. Media tanam

Untuk media tanam yang digunakan pada hidroponik kale ini adalah serabut kelapa, kerikil/pecahan bata, sekam bakar, dan lain-lain. Lalu, dalam proses pembuatannya diperlukan juga gelas serta botol bekas air mineral. Jangan lupa untuk menyiapkan gunting, cutter, pipa PVC 3 inci, sumbu, serta larutan nutrisi.

Kemudian, beri lubang pada pipa PVC dengan seukuran gelas/botol minuman. Jangan lupa untuk melubangi gelas/botol minumannya kemudian dipasang sumbu dan ditimpa oleh sekam bakar atau sabut kelapa. Banyaknya lubang disesuaikan dengan panjang pipa PVC. Untuk jarak antar lubangnya, disarankan memiliki jarak sekitar 13 cm agar distribusi nutrisi dapat seimbang dan kale tumbuh dengan optimal.

Lalu buatlah rak untuk menopang pipa PVC hidroponik dengan pipa PVC kecil, kayu, bambu, atau besi. Setelah selesai, masukan air dan nutrisi ke dalam pipa PVC tersebut.

  1. Tahap penanaman

Proses penanaman ini cukup mudah. Kita hanya perlu memasukan gelas/botol ke lubang-lubang pipa PVC yang airnya telah diberi larutan nutrisi. Jangan lupa untuk memilih tempat yang baik seperti terkena sinar cahaya agar kualitas kale yang bagus.

  1. Tahap pemeliharaan

Untuk proses pemeliharaan kale hidroponik ini meliputi pemberian larutan nutrisi, pengontrolan hama dan gulma jika tumbuh di sekitar kale, dan terakhir adalah penyulaman atau penggantian kale jika terjadi cacat pada pertumbuhannya. Pemberian ulang larutan nutrisi dapat dilakukan apabila kandungan nutrisi dalam air telah berkurang selama pertumbuhan kale berlangsung.

Untuk pengontrolan gulma di sekitar tanaman, sebaiknya dilakukan pengecekan 3 hari sekali karena untuk mencegah dan meminimalisir serangan gulma di sekitar tanaman.  Jika terdapat cacat pada tanaman kali, sebaiknya langsung diganti dengan yang baru.

  1. Tahap pemanenan

Untuk pemanenan kale hidroponik ini relatif cepat. Sekitar 55 hari untuk satu kali periode pemanenan. Tetapi, itu juga tergantung varietas atau jenis dan pertumbuhan kale yang ditanam. Pemanenan ini mudah sekali dilakukan. Cukup memotong akar-akarnya atau langsung saja mencabutnya dari gelas/botol dari lubang pipa PVC.

Setelah langkah pembudidayaan, kita bahas kandungan serta manfaat tanaman kale ini. Tanaman ini memiliki banyak kandungan yang bermacam-macam. Setiap 100 gr kale terdapat 36 kcal kalori, 5.3 g karbohidrat, 4 g serat, 2.94 g protein, 150 mg kalsium, 0.85 mg zat besi, 25 mg magnesium, 42 mg fosfor, 144 mg potasium, 0.27 mg zinc, 0.0067 mg copper, 0.542 mg manganese, 0.9 mcg selenium, 17.8 mg vitamin C, 65 mcg folat, 0.3 mg betaine, 1730 mcg beta carotene, 4980 mcg lutein dan  zeaxanthin, 1.61 mg vitamin E, 418 mcg vitamin K,  146 mcg vitamin A, dan 0.063 mg vitamin B-6.

Untuk manfaat yang didapatkan dari mengonsumi tumbuhan ini adalah sebagai berikut.

  1. Menangkal radikal bebas karena mengandung banyak antioksidan khususnya flavonoid yang bernama quercetin dan kaempferol.
  2. Menghindari darah tinggi karena memiliki banyak flavonoid.
  3. Memiliki Vitamin C yang banyak, bahkan lebih banyak dari sayur bayam dan jeruk.
  4. Mengurangi kolesterol jahat. Berdasarkan sebuah studi, mengonsumsi  jus kale setiap hari selama 12 minggu, High Density Lipoprotein(HDL) atau yang biasa kita sebut sebagai lemak baik meningkat sebanyak 27%. Sedangkan Low Density Lipoprotein(LDL) atau lemak jahatnya berkurang sebanyak 10%.
  5. Membantu proses pembekuan darah menjadi lebih cepat karena memiliki banyak kandungan vitamin K.
  6. Memiliki kandungan sulforaphane dan indole-3-carbinol yang dapat menekan pertumbuhan kanker.
  7. Memiliki kandungan Beta Karoten yang tinggi.
  8. Merupakan sumber mineral yang lengkap untuk kesehatan tulang.
  9. Memiliki kandungan magnesium yang banyak yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
  10. Makanan yang cocok untuk mereka yang sedang menjalankan diet karena kale memiliki kalori yang rendah dan kandungan airnya yang tinggi.

Daftar Pustaka

Lingga, Pinus. 1985. Hidroponik : bercocok tanam tanpa tanah. Jakarta. Penebar Swadaya

Pertanian, Dinas. 2019. Budidaya Tanaman secara Hidroponik. https://bulelengkab.go.id/detail/artikel/budidaya-tanaman-secara-hidroponik-60 (Diakses tanggal 11 November 2020)

Olsen, H., Aaby, K., & Borge, G. I. (2009). Characterization and quantification of flavonoids and hydroxycinnamic acids in curly kale (Brassica oleracea L. Convar. acephala Var. sabellica) by HPLC-DAD-ESI-MSn. Journal of agricultural and food chemistry57(7), 2816–2825. https://doi.org/10.1021/jf803693t

Maruthanila, V. L., Poornima, J., & Mirunalini, S. (2014). Attenuation of Carcinogenesis and the Mechanism Underlying by the Influence of Indole-3-carbinol and Its Metabolite 3,3′-Diindolylmethane: A Therapeutic Marvel. Advances in pharmacological sciences2014, 832161. https://doi.org/10.1155/2014/832161

Rolls, B. J., Roe, L. S., Beach, A. M., & Kris-Etherton, P. M. (2005). Provision of foods differing in energy density affects long-term weight loss. Obesity research13(6), 1052–1060. https://doi.org/10.1038/oby.2005.123

Anonim. 2020. Apa Itu Kolesterol, HDL, dan LDL. https://bethsaidahospitals.com/apa-itu-kolesterol-hdl-dan-ldl/ (Diakses tanggal 11 November 2020)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *