Budidaya Tanaman Gedi (Abelmoschus Manihot) Dengan Urban Farming

Saat ini Urban Farming bukanlah hal yang begitu asing, Urban Farming adalah sebuah konsep pertanaian di perkotaan yang tidak memerlukan lahan luas dan hanya membutuhkan lahan secukupnya, seperti pekarangan rumah, balkon, atap, bahkan di tepian sungai. Dengan adanya tren Urban Farming ini ada banyak tanaman yang dapat dibudidayakan untuk kebutuhan di perkotaan. Salah satunya adalah tanaman Gedi (Abelmoschus Manihot).

Tanaman Gedi cukup populer di Sulawesi Utara terutama Manado untuk dijadikan bahan pangan. Tanaman ini dapat menjadi sumber pangan dan bahkan menjadi obat herbal, dimana hal ini akan sangat menguntungkan apabila masyarakat perkotaan membudidayakannya dengan cara Urban Farming. Untuk perawatannya tanaman ini bisa dikatakan sangat mudah, tanaman ini bisa tumbuh di berbgai daerah tanpa memerlukan pertimbangan khusus dengan suhu yang beragam. Berdasarkan pengalaman saya dalam menanam tanaman Gedi ini saya tidak menemukan kesulitan yang berarti. Saya menggunakan metode stek untuk membudidayakan tanaman ini, dengan batang tumbuhan gedi dengan panjang awal sekitar 25 cm sampai dengan 30 cm. Untuk media tanamnya hanya membutuhkan tanah tanaman ini tidak memerlukan pupuk atau sekam.

Tanaman ini sebaiknya diletakan di tempat yang secara langsung terpapar sinar matahari, untuk penyiramannya hanya perlu satu kali sehari dan pertimbangkan banyaknya air agar tanah terjaga kelembapannya, karena apabila tanah terlalu kering atau terlalu basah dapat menyebabkan tanaman ini layu. Pertumbuhan tanaman ini juga terbilang sangat cepat, dengan metode stek dengan batang awal 30 cm, setelah secara rutin menyiram tanaman ini sehari sekali selama dua minggu maka akan muncul tunas baru, setelah tiga bulan tanaman ini sudah bisa tumbuh hingga 90 cm dan sudah cukup rimbun. Daun Gedi biasa berukuran 10 cm sampai dengan 40 cm. Tanaman ini bahkan dapat tumbuh lebih cepat apabila ditanam si tempat dengan suhu yang lebih dingin, ketika ditanam di tempat yang lebih dingin tanaman Gedi ini dalam tiga bulan sudah dapat mencapai tinngi sekitar 120 cm dan daunnya jauh lebih rimbun dibandingkan dengan tanaman Gedi yang ditanam di daerah dengan suhu lebih panas. Sebaiknya daun dari tanaman ini dipotong secara rutin agar tunas baru dapat lebih cepat muncul dan berkembang.  Dalam tiga bulan saja tanaman Gedi ini sudah dapat dipanen. Untuk menghindari gangguan dari serangga dan hama gunakan spray anti hama secara rutin ke seluruh bagian tanaman Gedi, karena dengan adanya hama dan serangga dapat memakan habis daun Gedi yang menyebabkannya tidak dapat dipanen.

Tanaman ini memiliki banyak sekali manfaat yang dapat menguntungkan masyarakat perkotaan yang membudidayakannya dengan Urban Farming. Manfaat yang paling mendasar dari membudidayakan tanaman Gedi ini adalah untuk bahan pangan, seperti fungsi dari Urban Farming yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan di perkotaan secara mandiri. Daun Gedi dapat diolah menjadi berbagai menu makanan, contohnya yang paling populer di Manado daun Gedi digunakan sebagai sayuran pelengkap di bubur Manado dan dapat direbus untuk menjadi lalapan. Tanaman Gedi memiliki beberapa manfaat di bidang kesehatan, seperti menurunkan kadar kolesterol, daun Gedi memiliki kandungan polifenol berupa tanin terkondensasi, fenolik, dan flavonoid. Tiga kandungan ini terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol darah terutama kolesterol berbahaya yaitu Low Density Lipoprotein (LDL), jika kandungan LDL dalam darah semakin tinngi dapat menyebabkan tersumbatnya aliran darah. Daun Gedi dapat mempercepat penyembuhan luka luar dengan cara menumbuknya lalu dijadikan pembungkus pada luka luar, tetapi jangan gunakan tumbukkan daun ini pada luka terbuka, pastikan luka sudah kering kemudian barulah tumbukkan daun Gedi dapat dijadikan pembungkus luka. Daun Gedi memiliki sifat emenagogue atau melancarkan sirkulasi darah, sehingga daun ini bagus untuk dikonsumsi oleh wanita yang sedang haid, namun hal ini masih dalam penelitian yang lebih lanjut agar mendapat penjelasan yang lebih pasti. Di dalam daun Gedi juga terdapat kandungan  saponin, alkaloid, steroid, triterpenoid, antioksidan, efek analgesik, efek antiinflamasi, dan efek antidiabetes. Senyawa antioksidan dalam daun Gedi diyakini memiliki potensi sebagai hepatoprotektor yang merupakan zat yang dapat melindungi liver. Saponin, alkaloid, steroid, hingga triterpenoid yang terkandung pada daun Gedi berpotensi untuk melindungi tubuh manusia dari berbagai macam penyakit dan dapat bersifat sebagai anti virus, anti bakteri, juga anti jamur.

Daun Gedi sendiri dapat diolah menjadi berbgai produk. Dengan ekstrak dari daun Gedi sudah dapat dibuat menjadi pengental makanan alami, membuatnya juga sangat mudah dengan merebus daun Gedi dan terus mengaduknya hingga air rebusan tersebut mulai mengental maka jadilah pengental alami dari daun Gedi. Daun ini dapat dibuat menjadi keripik yang juga pembuatannya sangat mudah, hanya perlu membuat campuran tepung yang sudah dicampur dengan berbagai bumbu dan rempah dan membalut daun Gedi dengan tepung tersebut dan tinggal menggorengnya.Banyak sekali peluang usaha yang dapat didirikan dari produk hasil olahan tanaman Gedi ini.

Dengan membudidayakan tanaman Gedi menggunakan Urban Farming, kita mahasiswa dan anak muda lainnya dapat mendorong tren Urban Farming itu sendiri agar lebih populer dan semakin banyak peminatnya. Terlebih di masa pandemi seperti ini kita bisa mengeksplorasi diri kita lebih dalam untuk menemukan kemampuan – kemampuan baru yang dapat kita aplikasiskan ke daerah sekitar untuk menyebarkan kepositifan dan keuntungan tidak hanya pada kita saja tetapi seluruh masyarakat yang ada. Terutama dengan mengembangkan dan menekuni Urban Farming kita bisa menyediakan dan mencukupi kebutuhan pangan setidaknya untuk pribadi masing – maisng, kemudian apabila memperbesar pembudidayaan melalui Urban Farming kita bisa membuka sebuah usaha dari olahan hasil Urban Farming tersebut, kita dapat memperbanyak lapangan pekerjaaan bagi masyarakat sekitar dan membuat daerah yang kita tinggali menjadi lebih produktif. Terdapat banyak sekali tanaman dan buah yang bisa dibudidayakan melalui Urban Farming ini dan masing – masing komoditas memiliki kelebihannya tersendiri. Urban Farming juga bermanfaat untuk menambah ruang terbuka hijau di perkotaan, secara tidak langsung apabila kita menekuni Urban Farming kita juga membantu memperbaiaki keadaan lingkungan di dalam perkotaan bahkan dapat membantu menurunkan suhu di daerah sekitar tempat Urban Farming dilaksanakan.

Kesimpulannya Tanaman Gedi ini sangat cocok untuk dibudidayakan melalui Urban Farming sehingga tanaman ini dapat dimaksimalkan potensinya, selain untuk kebaikan diri kita sendiri hal ini juga memberikan efek positif terhadap lingkungan sekitar.

Referensi

Wulan, T. dan Bayu, R. 2018. REVIEW: PROFIL FITOKIMIA DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI GEDI
(Abelmoschus manihot (L.) Medik.). 2020. Padjajaran. http://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/download/17524/pdf

Harismi, A. 2020. INILAH MANFAAT DAUN GEDI DAN CARA MENGELOLAHNYA. 2020. https://www.sehatq.com/artikel/inilah-manfaat-daun-gedi-dan-cara-mengolahnya

Putri, A. D. 2020. Manfaat Daun Gedi bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui. 2020. https://doktersehat.com/manfaat-daun-gedi/

Herbpathy. 2020. Abelmoschus manihot Herbs Uses. 2020. Plant for A Future. 2020. Abelmoschus manihot – (L.) Medik. 2020. https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Abelmoschus+manihot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *