Budidaya Sayuran Dengan Teknologi Vertikulur Sebagai Salah Satu Langkah Peningkatan Imunitas Tubuh Di Masa Pandemi Covid-19

Bercocok tanam adalah kegiatan positif yang dapat dilakukan di saat pandemi. Menghabiskan waktu dirumah dengan menanam sayuran dan memanfaatkan lahan kosong di perkarangan dengan maksimal dengan metode vertikulur. Vertikulur adalah menanam tumbuhan secara vertikal dan menumpuk sehingga dapat mengoptimalkan lahan yang kosong. Metode vertikulur dapat menanam berbagai jenis tumbuhan mulai sayur, bunga hingga obat-obatan.

Bercocok tanam dengan teknologi vertikulur sangat fleksibel karena dapat disesuaikan dengan kondisi serta keinginan. Mulai dari tanaman, model vertikulur serta bahan yang digunakan, sehingga teknologi ini sangat cocok untuk diterapkan di berbagai tipe rumah. Tanaman yang cocok untuk di budidaya di era pandemi adalah sayur-mayur selain untuk meningkatkan pola hidup sehat, budidaya sayur memiliki banyak keuntungan lainnya seperti menekan pengeluaran uang serta mendapatkan sayur yang segar dan bebas dari pestisida. Budidaya daya sayur juga dapat mempercantik perkarangan rumah dengan pemilihan bahan dan model vertikulur yang tepat agar terlihat aesthetic.

Aspek yang harus diperhatikan  dalam budidaya sayuran dengan teknologi vertikulur yaitu  model rak vertikulur, persiapan dan pupuk yang akan digunakan dan penanaman serta pemeliharaan. Langkah awal adalah pemilihan bentuk rak yang akan diterapkan, sesuaikan dengan lahan serta susun secara aesthetic. Persiapkan wadah serta media tanam, gunakan wadah dari barang bekas agar mengurangi limbah dan penggunaan tanah dan pupuk dengan 1:1 agar sayur dapat tumbuh subur. Tanam sayuran dengan selang seling disetiap baris nya agar memiliki nilai seni dan menarik untuk dipandang serta perawatan dengan menyiram, memupuk serta pencegahan dari hama dengan pemeriksaan rutin.

Penerapan vertikulur  dapat memanfaatkan lahan kosong atau tembok yang kosong, berikut 3 model teknologi vertikulur yang dapat diterapkan :

  1. Vertiminaponik adalah kombinasi antara hidroponik dan aquaponik yang menggunakan media tanam batu zeolit dan kompos.
  2. Walkaponik adalah kombinasi antara budidaya sayuran dengan hidroponik yang disusun di dinding dengan aquaponik. Media tanam yang digunakan sama seperti vertiminaponik yaitu batu zeolit dan kompos.
  3. Wall gardening adalah budidaya sayuran yang memanfaatkan tembok yang kosong. Media tanam yang digunakan adalah campuran tanah, sekam dan kompos /pupuk dengan wadah berupa terpal, paralon hingga besi.

Pemilihan model vertikulur yang sangat sederhana dan mudah diterapkan disaat pandemi adalah wall gardening. Pemanfaatan tembok kosong sehingga lebih berguna dan menghasilkan. Jenis sayuran yang dapat dibudidaya dengan metode vertikulur diantaranya kemangi, sawi, kangkung, pakcoy, selada, kemangi, bawang dll. Budidaya sayur dengan metode vertikulur tidak membutuhkan waktu yang lama antara tanam hingga panen nya, yaitu berkisar 1-1,5 bulan. Sehingga budidaya sayur dengan metode vertikulur sebagai alternatif refreshin dimasa pandemi.

Keuntungan budidaya vertikulur sayuran adalah sayur yang diperoleh lebih fresh dan kontinuitas, menjadi sumber gizi keluarga, menghilangkan kejenuhan, membuat suasana baru dirumah serta berfungsi sebagai paru-paru kota. Pemilihan jenis sayur dapat disesuaikan dengan letak geografis lingkungan serta intensitas matahari. Terdapat 5 jenis sayuran yang dapat dibudidaya dengan teknologi vertikulur sebagai berikut :

  1. Sayuran Buah

Sayuran buah yang dapat dibudidaya adalah cabai, paprika, terung, timun, tomat, buncis, kacang panjang dll.

  1. Sayuran Daun

Sayuran daun memiliki banyak ragam yang dapat dibudidayakan akan tetapi yang banyak dikonsumsi adalah bayam, kangkung, sawi, selada, pakcoy, kubis dll.

  1. Sayuran Bunga

Hanya sedikit jenis sauran bunga yang dapat dibudidayakan yaitu bunga kol dan brokoli itupun  harus memperhatikan iklim agar dapat tumbuh optimal.

  1. Sayuran Umbi

Sayuran umbi harus dibudidayakan dengan wadah yang besar seperti pot. Sayur yang dihasilkan adalah wortel, kentang, lobak, serta bawang-bawangan.

  1. Tanaman empon-emponan

Jenis tanaman yang sangat dibutuhkan dalam memasak yaitu kencur, kunyit, jahe, lengkuas, serai dan temu kunci.

 

Dari jenis sayuran diatas banyak sekali sayuran yang sering kita konsumsi dan memiliki manfaat dalam meningkatkan sistem imunitas tubuh. Sayuran hijau yang bisa dikonsumsi sehari-hari serta tanaman empon-emponan yang serbaguna. Tanaman empon-emponan dapat dimanfaatkan sebagai bumbu dapur hingga diracik menjadi jamu. Salah satunya campuran kunyit, jahe dan madu yang dapat meningkatkan imunitas tubuh.

 

Selain menkonsumsi jamu-jamuan hasi teknologi vertikulur yang sangat bermanfaat adalah sayuran daun. Konsumsi sayuran selama masa pandemik Covid-19 dapat meningkatkan imunitas tubuh sehingga tubuh menjadi lebih kuat dalam melawan bakteri dan virus. Sayur merupakan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang menjadi sumber serat, mineral dan vitamin. Sayuran daun adalah sayurang yang memiliki banyak manfaat jika dikonsumsi di masa pandemik. Sayuran hijau memiliki karoten sebagai antioksidan, jika warna sayur semakin hijau makan akan semakin tinggi karoten, vitamin C, asam folat dan mineral sehingga sangat baik untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Menurut Paramita (2020) dalam jurnal mengatakan bahwa mikronutrien memiliki fungsi dalam meningkatkan daya tahan tubuh, yaitu vitamin A, C dan E.

  • Sayuran dengan sumber vitamin A yang dapat dibudidaya secara verikulur adalah wortel dan brokoli karena mengandung karotenoid yang paling utama.
  • Sayuran dengan sumber vitamin C yang dapat dibudidaya secara vertikulur adalah tomat dengan kandungan asam askorbat nya yang tinggi seperti buah jeruk.
  • Sayuran dengan sumber vitamin E yang dapat dibudidaya secara vertikulur adalah bayam dan brokoli serta sayuran hijau yang lain nya.

Budidaya sayuran dengan teknologi vertikulur menjadi referensi kebiasaan dan pola hidup sehat di era pandemik covid-19. Kebiasaan baru dengan berbagai manfaat, mulai dari memperindah rumah, meningkatkan kualitas udara dirumah, menghilangkan stress dari berbagai kegiatan yang dilakukan dirumah serta hasil dari budidaya yang dapat dikonsumsi dan mampu meningkatkan imunitas tubuh. Konsumsi sayur menjadi kebiasaan mengubah pola hidup yang lebih sehat serta mampu meningkatkan imunitas tubuh. Akan tetapi tidak hanya mengkonsumsi sayur, tetap mengkonsumsi dari berbagai makanan untuk meningkatkan imunitas tubuh

Selain memiliki banyak manfaat teknologi vertikulur memiliki berbagai kekurangan. Kekurangan teknologi vertikulur yang pertama adalah hama dan penyakit mudah menyebar. Teknologi vertikulur memang tidak mudah untuk terkena hama tapi jika ada salah satu tumbuhan yang terkena hama maka akan mudah menyebar karna jarak yg berdekatan.  Kemudian mudah rusaknya media tanam jika dipasang tidak teliti dan dibutuhkan kreatifitas agar menarik. Serta sebaiknya vertikulur tanaman ditempatkan di tempat yang tidak terkena aliran air yang deras serta angin yg kencang agar menghindari kerusakan. Teknologi vertikulur memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan, akan tetapi sangat aplikatif untuk dilakukan. Terlebih diimplementasikan pada daerah perkotaan yang memiliki minim pada lahan perkarangan rumah. Dengan menerapkan teknologi vertikulur juga dapat mengajarkan anak-anak untuk mencintai lingkungan dan hidup sehat.

 

Referensi

Teknologi Vertikulur Sebagai Solusi Bertani Dilahan Sempit. Diakses pada 16 November 2020, dari http://sulbar.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/367-teknologi-vertikultur-sebagai-solusi-bertani-dilahan-sempit

Paramita, Swandari. 2020. Imunonutrien : Pangan Fungsional Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh. Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Samarinda. Samarinda

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *