Budidaya Sayur Bayam Dengan Hidroponik

Seiring dengan perkembangan zaman. Berbagai media tanam menjadi lebih bervariasi contohya seperti media tanam dengan menggunakan teknik Hidroponik, Hidroponik merupakan salah satu budidaya dengan menggunakan air sebagai media utamanya atau menggantikan tanah. Dengan menggunakan teknik hidroponik ini, kebutuhan air yang dibutuhkan tanaman, menjadi lebih sedikit, dan juga media ini lebih menekankan kebutuhan nutrisi pada tanaman.

Di Indonesia ini sendiri sudah banyak masyarakat kota menggunakan teknik hidroponik karena dinilai lebih praktis dan lebih efisien, teknik Hidroponik biasanya di tanami oleh berbagai macam sayuran, hidroponik sayuran ini seakan-akan sudah menjadi gaya hidup bagi masyarakat perkotaan yang ingin bercocok tanam, tetapi tidak memiliki lahan yang cukup luas, tempatnya bisa saja dihalaman rumah, rooftop, atau rumah kaca. Karena budidaya hidroponik ini tidak memakan banyak tempat, sehingga sudah banyak masyarakat kota yang menggunakan teknik hidroponik untuk membuka bisnis sayuran segar.

Terdapat banyak supermarket membutuhkan pasokan sayur dengan penanaman hidroponik, karena di zaman yang modern ini, masyarakat membiasakan hidup sehat dan lebih banyak mengkonsumsi sayuran sebagai salah satu gaya hidup yang sehat. Dengan menanam sayur dengan teknik hidroponik, maka dipastikan sayurnya lebih sehat dan terhindardari peptisida atau zat kimia yang beracun lainnya.

Dengan menggunakan sistem hidroponik ini, penanamannya tidak mengenal musim atau waktu tanam, sehingga pada masa proses panennya bisa ditentukan sesuai kebutuhan pasar, mutu produknya yang terjamin, bentuk, ukuran, dan rasa yang lebih sempurna, serta yang paling penting adalah kebersihan tanamannya merupakan yang paling utama. Selain itu teknik menanam dengan hidroponik juga menghasilkan ukuran dan rasa yang bisa direkayasa sesuai kemauan konsumen.

Pada sistem hidroponik ini memiliki beberapa cara atau sistem supaya tanaman dapat tumbuh dengan sehat dan subur, diantaranya:

  • Sistem aeroponik dengan menggunakan air yang mengaliri akar-akartanaman yang sebelumnya sudah disusun dengan serapih mungkin, metode ini merupakan salah satu yang sulita dan memerlukan biaya yang cukup besar, tetapi hanya memerlukan sedikit lahan.
  • Sistem wick adalah dengan menempatkan tanaman ke dalam wadah yang sudah terisi air, atau biasa disebut metode kapiler.
  • Sistem deep water culture sistem ini adalah yang paling sederhana, karena tanaman hanya dimasukan kedalam wadah yang sudah terisi air aersi.

Teknik menanam dengan hidroponik memiliki dua jenis penanaman yaitu dengan menggunakan media air dan media non tanah. Pada media air biasanya mengandung pupuk atau nutrient yang menjadi media tanamnya, sedangkan pada media non tanah biasanya menggunakan sekam padi, sabut kelapa, gambur, pasir arang, dan zeolite.

Salah satu sayuran yang cocok untuk ditanam dengan teknik hidroponik adalah sayur bayam. Sayur bayam merupakan salah satu sayur yang cukup banyak di gemari oleh konsumen, khususnya ibu rumah tangga, karena sayur ini memiliki berbagai macam khasiat seperti menjaga kesehatan tulang, karena sayur bayam memiliki kandungan vitamin K didalamnya. Untuk itu sayur ini cocok dikonsumsi oleh semua kalangan.

Sebelum melakukan penanaman dengan teknik hidroponik, ada berbagai macam langkah yang harus di perhatikan agar sayur bayam yang tumbuh menjadi lebih berkualitas. Yaitu yang pertama, kita harus bisa memilih dan mengetahui jenis bibit yang unggul. Membeli bibit yang berkualitas ditoko benih dan menjamin bahwa tanaman akan tumbuh tinggi dengan memperhatikan proses penyemaian dengan merendam benih tersebut, apabila benih terendam, maka dipastikan benih tersebut berkualitas unggul. Dalam penanamannya juga kita harus memperhatikan barang atau peralatan yang mudah untuk di daur ulang dan mudah didapatkan yang bertujuan untuk menghemat dana.

Beberapa tahapan atau cara menanam sayur bayam dengan menggunakan teknik hidroponik yang pertama kita harus menyemai benih bayam terlebih dahulu, biasanya benih yang dipakai adalah biji bayam yang usianya  sudah tua atau sudah lama, kemudian siapkan biji sesuai kebutuhan yang akan ditanam. Lalu rendam benih ke dalam air hangat selama 1jam untuk membuat kulit benih menjadi lunak.

Selanjutnya kita mempersiapkan media tanam hidroponik yaitu rockwool. Potong rockwool menjadi berbentuk dadu yang berukuran 2cm x 2cm dan susun pada sebuah tempat yang dikhususkan untuk penyemaian, selanjutnya rockwool yang sudah dipotong tadi, diberi lubang dengan menggunakan tusuk gigi atau lidi dengan ukuran sesuai dengan benih yang akan di semai. Masukan benih bayam kedalam rockwool satu per satu, setelah dipastikan semuanya sudah terisi, siram rockwool dengan air yang bersih secara bertahap dan perlahan, jangan sampai ada genangan di dalam wadah semai tersebut.

Simpan benih di tempat yang teduh dan kering, pastikan pada proses ini atasnya tertutup dengan plastic hitam yang bertujuan agar proses penyemaian cepat berlangsung. Tunggu hingga 48 jam atau selama 2 hari sampai benih berkecambah. Setelah muncul kecambah, pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari, simpan dari pukul 06.00 sampai pukul 10.00 pagi. Kemudian rawat bibit dengan benar hingga bibit tumbuh 4 daun sejati yang kemudian bisa berlanjut ke proses penanaman , contoh perawatannya yaitu seperti menjaga kelembabannya dan jangan sampai kekeringan.

Apabila benih rocwool ini sudah tumbuh daun sebanyak 4 atau 5 helai, maka dipastikan siap dipindahkan ke media tanam, selanjutnya siapkan sebuah box sterofoam dengan tinggi minimal 30 cm dan buat juga tutup box dengan satu lembar sterofoam yang tipis ukurannya sesuaikan dengan box yang akan digunakan, lalu beri lubang di tutup sterofoam nya dengan ukuran kurang lebih 5cm dan jangan lupa beri jarak di tiap lubangnya setidaknya 10cm.

Setelah semuanya sudah dipersiapkan dengan benar, isikan cairan nutrisi kedalam box sterofoam tadi. Cairan nutrisi yang digunakan adalah cairan khusus untuk tanaman hidroponik yang bisa di beli di semua toko pertanian. Lakukan penyiraman dengan rutin, tetapi tetap memperhatikan jangan sampai ada genangan air dan usahakan agar tanaman bayam tidak kekeringan.

Untuk proses penyiangan disini yaitu dengan membersihkan gulma dan rumput yang tumbuh disekitar tanaman, agar tidak muncul hama yang dapat menumbuhkan penyakit pada tanaman bayam. Setelah bayam berusia 25 hari, maka bayam tersebut siap untuk dipanen yaitu dengan cara mencabut bayam secara langsung tetapi harus hati-hati dan perlahan agar tidak merusak sayurnya.

Daftar Pustaka

Kunto, H., & N.S Budiana. (2014). Hidroponik Sayuran: untuk Hobi & Bisnis. Jakarta Timur:                             penebar swadaya. Sayuran hidroponik semakin populer 3-9

Hasilkan Keuntungan Lebih, ini cara Tanam Bayam Hidroponik. Diambil dari                                                     https://economy.okezone.com/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *