Budidaya Sawi Menggunakan Metode Hidroponik

Hidroponik merupakan budidaya atau bercocok tanam dengan menggunakan dan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Dengan metode hidroponik tanaman dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah dengan lebih cepat. Kebutuhan air pada metode hidroponik ini lebih sedikit dibandingkan dengan metode tanam tanah biasanya. Metode hidroponik ini cocok diterapkan di rumah, di lahan yang sempit karena metode hidroponik ini tidak memerlukan lahan yang luas, dan di daerah yang pasokan airnya terbatas. Di situasi pandemi Covid-19 sekarang ini, metode hidroponik cocok diterapkan di kalangan ibu rumah tangga untuk menanam sayuran dan buah-buahan di rumah sendiri. Dengan menanam sayuran dan buah-buahan di rumah, tentunya lebih bersih dan sehat. Ada banyak tanaman hidroponik yang cocok untuk ditanam di media hidroponik, salah satunya yaitu tanaman sayur sawi.

Tanaman sawi merupakan salah satu tanaman yang mudah untuk dibudidayakan dengan metode hidroponik. Tanaman sawi ini ada beberapa jenis, yaitu sawi putih, sawi hijau, dan sawi sendok. Sawi merupakan salah satu sayuran yang wajib kita makan, karena sawi ini mengandung banyak manfaat bagi tubuh manusia. Zat-zat yang terkandung dalam sawi yaitu protein yang sangat tinggi, karbohidrat, kalsium, kalium, zat besi, magnesium, vitamin A, B, C, E, dan K, dll. Tanaman sawi yang biasa dibudidayakan dengan metode hidroponik yaitu sawi hijau. Cara menanam sawi hidroponik yaitu dengan metode sumbu. Karena metode ini merupakan metode hidroponik yang sederhana dan mudah dilakukan sendiri di rumah, terutama bagi orang yang baru mulai menanam tanaman dengan metode hidroponik.

Langkah-langkah menanam tanaman sawi dengan metode hidroponik:

Sebelum budidaya hidroponik, tentunya kita harus mempersiapkan terlebih dahulu media tanam hidroponiknya.

Alat dan bahan media hidroponik:

  1. Pipa paralon yang berukuran 3 inch 1 lonjori
  2. Pipa L dan pipa T
  3. Penutup paralon
  4. Lem paralon
  5. Gunting atau cutter
  6. Bor
  7. Gergaji pemotong
  8. Netpot atau gelas plastik
  9. Rockwool atau kerikil sebagai media tanam
  10. Air
  11. Nutrisi

Cara membuat media tanam hidroponik:

  1. Pipa paralon 3 inch 1 lonjor, di potong menjadi 4 bagian atau sepanjang sekitar 1 m.
  2. Kemudian lubangi pipa yang sudah di potong dengan menggunakan bor, dengan ukuran dan jarak satu lubang dan lubang lainnya itu sama sekitar 15 cm.
  3. Susun atau pipa yang udah disiapkan dan gunakan lem paralon sebagai perekatnya, agar paralon tidak mudah copot.
  4. Tutup ujung paralon dengan penutup paralon yang telah disiapkan.
  5. Isi paralon dengan air.

Persiapan Benih Sawi

Setelah media tanam hidroponik siap digunakan, selanjutnya kita lakukan persiapan benih. Benih merupakan bagian dari tanaman yang digunakan untuk mengembang biakkan tanaman. Agar tanaman tumbuh sesuai dengan harapan, maka hendaknya untuk memilih varietas atau seleksi terlebih dahulu. Cara seleksinya yaitu dengan memilih benih yang bagus, sehat, berkualitas, bebas dari berbagai penyakit dan hama. Dan juga pilih benih yang memiliki tingkat pertumbuhan dan perkecambahan yang baik.

Penyemaian Benih Sawi

Penyemaian merupakan tempat untuk menumbuhkan benih sawi sebelum dipindahkan ke media hidroponik. Cara penyemaian yaitu, pertama-tama kita siapkan rockwool atau kerikil sebagai media tanam. Simpan rockwool atau kerikil pada nampan. Siram rockwool atau kerikil dengan menggunakan air bersih. Lubangi rockwool dan masukan benih sawi ke dalamnya. Simpan rockwool di tempat yang cukup gelap agar proses perkecambahannya berlangsung cepat.

Penanaman Benih Sawi

Isi pipa paralon yang telah di susun dengan air yang telah dicampur dengan nutrisi. Masukan benih yang telah di semai atau telah berkecambah ke dalam media hidroponik yang telah disiapkan, tanam benih sawi dengan kedalaman kurang lebih 2 cm. Simpan media hidroponik itu ke tempat yang memiliki intensitas cahaya matahari yang cukup (tidak terlalu panas), agar tanaman tumbuh dengan baik. Karena cahaya matahari sangat berbengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.

Pemeliharaan Tanaman Sawi

Berikan larutan nutrisi ke dalam pipa paralon yang berisi sawi itu, apabila nutrisi dalam pertumbuhan sawi sudah berkurang. Pengontrolan penyakit yang tumbuh di sekitar tanaman, contohnya penyakit abiotik dan penyakit biotik (pemeliharaan ini bisa dilakukan tiga hari sekali). Pada metode ini kita tidak perlu melakukan penyiraman tanaman, tetapi jika kita ingin memberi nutrisi lain yang berupa pupuk, bisa menyemprotkan nutrisi tambahan itu pada metode hidroponik satu kali dalam satu hari. Lakukan penyulaman pada tanaman sawi yang kerdil dan juga mati, agar tidak menular ke tumbuhan yang lainnya. Proses penyulaman ini bisa dilakukan dengan cara pencabutan tanaman sawi yang kecil (tidak tumbuh dengan baik) maupun mati. Apabila ada lubang yang kosong karena proses penyulaman, kita bisa mengisi lubang itu dengan tanaman sawi yang baru. Berikan pupuk agar sawi tumbuh subur, baik, dan normal.

Pemanenan Sawi

Tanaman sawi dapat dipanen pada umur sekitar 2 bulan setelah ditanam. Cara untuk memanen sawi, yaitu dengan mencabut semua bersama akarnya, hanya memetik daunnya, dan bisa juga hanya memotong batangnya. Metode hanya memetik daunnya saja, dapat meringankan kita agar tidak perlu mengulangi penanaman dari awal. Karena masih tersisa akar dan batang, sehingga sawi akan tumbuh kembali. Sawi yang telah dipanen dikumpilkan terlebih dahulu ke dalam wadah baskom, ember atau sejenisnya yang berukuran besar agar sayuran sawi tidak layu. Apabila sawi dipanen dengan cara mencabut dengan akarnya, sebaiknya setelah dikumpulkan dicuci dengan air bersih secara mengalir. Tetapi sebaiknya panen dengan cara apapun sawi itu di cuci terlebih dahulu sebelum di makan atau di masak. Setelah semua sawi yang dipanen telah dicuci, selanjutnya lakukan pemilihan sayuran berdasarkan kelayakan dikonsumsi atau tidaknya.

Sebagai mahasiswa, kita harus bisa membudidayakan tanaman dengan metode hidroponik agar memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pasokan pangan. Selain itu, sosialisasi tanaman hidroponik juga perlu dilakukan ke masyarakat sekitar agar bisa membuat hidroponik sendiri di rumah masing-masing. Budidaya menanam melalui metode hidroponik sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, apalagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 saat ini. Karena metode hidroponik ini tidak memerlukan lahan yang luas, tidak memerlukan banyak air dan bisa di terapkan di sekeliling rumah.

Referensi :

https://www.kompasiana.com/wahyusetyonugroho/5d8b91ca0d8230616b7091d4/budidaya-sawi-menggunakan-teknik-hidroponik

https://sahabattani75.blogspot.com/2017/11/6-cara-praktis-menanam-sawi-hidroponik.html?m=1

https://budidaya.id/hidroponik/sawi/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *