Budidaya Microgreens – Sayuran Mini Sejuta Manfaat

Adanya pandemi Covid-19 tentunya membuat beberapa orang bosan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Selama pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia, pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk karantina dan membatasi segala kegiatan di luar rumah. Bagi mereka yang kesehariannya sudah terbiasa melakukan aktivitas di luar rumah kemudian tiba-tiba sebagian bahkan seluruh kegiatan harus dikerjakan dari rumah atau Work From Home (WFH), membuat mereka bertanya-tanya sebenarnya apa solusi terbaik untuk menghilangkan rasa bosan selama pandemi berlangsung? Pada kenyataannya, begitu banyak cara untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya dengan menekuni hobi yang Anda miliki agar lebih produktif. Tentunya setiap orang pasti memiliki hobi atau kebiasaan yang digemari dalam mengisi waktu luang, seperti menonton film, mendengarkan musik, berbelanja, bermain game, memasak, dan lain-lain. Apabila suatu hobi dijalankan dengan tekun dan serius, tentu saja akan mendapatkan cuan atau keuntungan dari hobi tersebut. Apalagi, selama pandemi ini terdapat banyak keluhan mengenai pendapatan bulanan yang menurun dari biasanya bahkan begtiu banyak orang yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat dampak dari pandemi Covid-19, mungkin dengan menekuni hobi bisa menjadi solusi untuk menghilangkan rasa bosan sekaligus mendapatkan keuntungan.

Salah satu hobi yang bisa menghasilkan cuan adalah bercocok tanam, pada awalnya memang bercocok tanam sedikit peminatnya dikarenakan kita harus mempunyai lahan yang luas dan bagi beberapa orang bercocok tanam hanya membuang-buang waktu saja untuk merawat dan memenuhi nutrisi tanaman tersebut. Namun, selama pandemi ini merupakan waktu yang tepat untuk bercocok tanam karena kita bisa merawat dan memantau pertumbuhan tanaman secara berkala agar terpenuhi nutrisinya. Kemudian, perlu ditekankan kembali bahwa bercocok tanam tidak harus memerlukan lahan yang luas seperti ladang atau sawah, pekarangan rumah pun bisa kita jadikan lahan untuk bercocok tanam. Hasil dari panen bercocok tanam tersebut tentunya dapat dijual jika hasilnya memang banyak, namun apabila hasilnya hanya sedikit bisa dimanfaatkan untuk keperluan memasak di rumah sehingga dapat menghemat pengeluaran.

Tidak hanya perempuan, pria pun turut menuangkan hobinya melalui kegiatan bercocok tanam. Bahkan di Kota Bogor bercocok tanam merupakan salah satu tugas anak-anak Sekolah Dasar selama pembelajaran daring di rumah. Tugas tersebut merupakan pembelajaran mengenai ilmu pengetahuan alam dan sosial kepada anak-anak selama belajar di rumah. Dapat dikatakan, bagi sebagian orang bercocok tanam dapat menjadi terapi yang murah dan menyenangkan. Seperti contoh, merawat tanaman sekaligus berjemur di pagi hari, hal tersebut bisa menjadi bagian dari stress relief.

Nah! microgreen merupakan tanaman yang cocok untuk dibudidayakan dirumah salah satunya untuk menambah nilai estetika di pekarangan rumah dan untuk menyalurkan hobi bercocok tanam sekaligus dapat menghasilkan keuntungan serta dapat menghilangkan rasa bosan selama pandemi berlangsung, walaupun sayurannya mini tetapi microgreen memiliki sejuta manfaat loh!

Apa itu microgreen? Mungkin bagi beberapa orang masih asing mendengar kata “microgreen”. Microgreen memang termasuk sayuran baru yang dipopulerkan pada tahun 1997. Sesuai namanya microgreen adalah sayuran mini dengan tinggi kurang lebih 2,5 – 7,5 cm yang dipanen pada saat usia yang belia rata-rata sekitar 7-14 hari setelah disemai. Perlu ditekankan usia panen dibagi menjadi tiga fase yaitu, fase kecambah (3-7 hari), fase microgreen (14-21 hari), dan fase dewasa (40-60 hari). Beberapa sayuran microgreen yang populer diantaranya adalah kangkung, brokoli, salad air, selada, daun mint, bunga matahari, tanaman ketumbar, rumput gandum, bit, kubis, parsley, seledri, kemangi, lobak, arugula, sawi hijau, bayam, dan wortel. Sayuran mini tersebut memiliki rasa yang khas dan memenuhi syarat nutrisi yang diperlukan oleh tubuh manusia.

Banyak orang mengira microgreen merupakan tunas bahkan kecambah, padahal keduanya sudah jelas berbeda. Pada umumnya kecambah siklus hidupnya 2-7 hari dan tidak memiliki daun sedangkan, microgreen siap panen dalam kurun waktu 7-21 hari setelah daun pertama muncul. Dapat dikatakan, microgreen hampir mirip dengan sayur muda (baby green) karena daun dan batangnya sudah dapat dikonsumsi namun, ukuran microgreen lebih kecil apabila dibandingkan dengan baby green. Microgreen biasanya dijual sebelum masa panen sehingga dapat dikonsumsi secara langsung dalam keadaan masih fresh.

Walaupun berukuran mini, microgreen tidak bisa dipandang sebelah mata karena pada kenyataannya sayuran mini ini memiliki banyak nutrisi, bergantung pada tanaman yang Anda pilih. Secara umum, microgreen mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan dengan kadar yang lebih tinggi ketimbang sayuran dewasa dalam jumlah yang sama karena daun microgreen yang baru tumbuh masih kaya akan minyak nabati dan protein. Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa microgreen mengandung nutrisi 9 kali lebih tinggi daripada kandungan yang ditemukan dalam sayuran dewasa. Poin terpenting pada sayuran microgreen adalah sayuran microgreen tidak memerlukan pupuk kimia begitupun dengan biji yang digunakan harus biji yang bebas dari perlakuan pestisida sehingga aman bagi kesehatan manusia. Berikut penyakit yang yang dapat diminimalkan risikonya apabila mengonsumsi microgreen, kanker, jantung, alzheimer, dan diabetes. Microgreen mengandung banyak polifenol, polifenol merupakan kelompok antioksidan yang bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit pada jantung, alzheimer dan kanker jenis tertentu. Kemudian apabila kita mengonsumsi microgreen secara rutin akan membantu mengurangi stres yang dapat mencegah penyerapan gula dalam tubuh manusia.

Anda juga tentunya dapat melakukan budidaya microgreen di rumah untuk mengisi waktu luang selama pandemi. Microgreen sangat mudah ditanam di berbagai lokasi asalkan terpapar sinar matahari yang cukup. Perawatannya pun tergolong mudah dan sederhana karena waktu panen microgreen lebih cepat apabila dibandingkan dengan tanaman lain. Bila Anda tertarik, berikut cara menanam microgreen sendiri di rumah :

  1. Siapkan benih berkualitas, media tanam, dan wadah (Anda dapat membeli microgreen kit di toko online) ;
  2. Isi wadah dengan media tanam ;
  3. Sirami media tanam dengan sedikit air ;
  4. Taburkan benih di atas tanah dengan merata ;
  5. Semprotkan benih menggunakan sprayer secara perlahan kemudian tutup wadah dengan penutup plastik ;
  6. Cek wadah microgreen Anda secara berkala dan lakukan pemantauan agar benih dan media tanam tetap lembap
  7. Apabila mulai tumbuh kecambah lepaskan penutup plastik pada wadah microgreen agar terkena sinar matahari ;
  8. Sirami microgreen Anda satu kali sehari hingga warnanya semakin muncul ;
  9. Microgreen Anda siap dipanen setelah 7-21 hari.

Jadi tunggu apa lagi? yuk segera hidup sehat dengan memakan sayuran microgreen secara rutin!

 

DAFTAR PUSTAKA

Dzulfaroh, Ahmad Naufal. (2020). Jadi Pilihan Selama di Rumah Saja, Ini Tips Bercocok Tanam di Lahan Terbatas. kompas.com. Diambil dari https://www.kompas.com/tren/read/2020/06/14/201759165/jadi-pilihan-selama-di-rumah-saja-ini-tips-bercocok-tanam-di-lahan-terbatas?page=all

Luthfiyyah, Atsarina.(2018). Tips Mudah Menanam Microgreens Sendiri di Rumah. resepkoki.id. Diambil dari https://resepkoki.id/tips-mudah-menanam-microgreens-di-rumah/

Aulianisa, Velviansa. (2020). Atasi Bosan Selama Pandemi dengan Menekuni Hobi hingga Menghasilkan Cuan. kompasiana.com. Diambil dari https://www.kompasiana.com/velviansa82910/5ef61656d541df7d0e259b25/atasi-bosan-selama-pandemi-dengan-menekuni-hobi-hingga-menghasilkan-cuan

Mukaromah, Vina Fadhrotul. (2020). Berkebun di Rumah, Kenali Manfaat dan Cara Menanam Microgreen. kompas.com, Diambil dari https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/16/060500265/berkebun-di-rumah-kenali-manfaat-dan-cara-menanam-microgreen?page=all

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *