Budidaya Melon Menggunakan Sistem Hidroponik

Sumber Gambar: Famee

Kita sudah memasuki era globalisasi perkembangan teknologi untuk mempromosikan semua aktivitas manusia. Namun, tidak dapat disangkal bahwa amoralitas manusia semakin meningkat merajalela. Hal itu terlihat dari penataan lahan-lahan yang digunakan untuk bercocok tanam makanan pokok seperti buah-buahan berkurang. Menanam buah dengan cara hidroponik termasuk salah satu solusi dari permasalahan tersebut. Metode budidaya hidroponik ini dapat dilakukan untuk semua jenis tumbuhan. Diantara sekian banyaknya tanaman dengan yang menggunakan teknologi ini melon adalah salah satu yang berhasil di budidaya.

Melon termasuk dalam suku labu-labuan. Melon adalah buah sekaligus tanaman yang dihasilkannya. Bagian yang dimakan adalah daging buah (mesokarp). Daging buah melon mengandung proteinn air, abu, karbohidrat, lemak, serat, dan vitamin A. Buah melon yang mempunyai berat 100 gram dapat mengandung karbohidrat (5,1 gram), kalori (21 kal), lemak (0,1 gram), protein (0,6 gram), dan beberapa vitamin lainnya.

Tumbuhan melon ini tercantum dalam jenis tumbuhan semusim ataupun setahun yang mempunyai ciri. Bagi yang mempunyai hobi bercocok tanam bisa budidaya melon di halaman rumah dengan menggunakan pot bunga ataupun polybag. Berikut adalah cara menanam tanaman melon secara hidroponik.

Cara menanam tanaman melon secara hidroponik

Sebelum masuk kedalam tahap-tahap cara untuk menanam tanaman melon secara hidroponik, ada syarat-syarat agar tanaman melon dapat tumbuh dan berbuah optimal, antara lain melon membutuhkan sinar matahari dengan minimal 6 jam dalam satu hari. Media tanam melon hidroponik memiliki pH ideal yaitu antara 6.0 – 7.0 dengan kepekatan nutrisi hingga 2000 ppm.

1. Mempersiapkan Alat dan Bahan

Tidak sulit menanam melon di polybag atau pot bunga. Tidak membutuhkan lahan yang luas, hanya cukup lahan untuk menempatkan polybag atau pot bunga yang akan diisi dengan tanaman melon. Langkah pertama siapkan polybag ukuran sedang 40 x 50 cm atau 37 x 40 cm. Selanjutnya, lahan pekarangan harus bersihkan supaya sanitasi tetap bersih. Siapkan 1 liter humic acid, 2 gram NPK dan 5 gram Furadan. Lalu lanjaran sepanjang 1,5 cm – 2 cm untuk ditancapkan pada media tanam. Dan sediakan peralatan lain seperti pisau potong, gunting, tali dan paku ukuran 2 inch.

2. Cara Menanam Melon

Bibit melon biasanya dapat di toko pertanian dengan memilih bibit yang unggul dan tahan hama agar tidak repot lagi untuk kedepannya. Langkah pertama, rendam bibit di dalam air yang sudah dicampur dengan fungisida semalaman. Langkah kedua, tiriskan bibit lalu selama 12-14 hari pada tempat gelap hingga menjadi kecambah. Lalu benih akan siap dipindah ke media semai. Untuk mempersiapkan media semai, ini 2 tahap yang harus dilakukan :

  •  Gunakan perbandingan 2:1 untuk campurkan tanah dengan pupuk kandang
  •  Masukkan ke dalam Polybag

*Benih yang sudah siap akan dimasukkan ke media semai yang dipersipkan untuk masuk ke media semai. Perhatikan baik-baik benihnya, jika ada yang runcing maka harus dihadapkan kebawah dan pastikan sinar matahari tidak mengenai media semai secara langsung. Media semai harus di siram 2 hari sekali agar terhindar dari kekeringan.

3. Mempersiapkan Media Tanam

Media semai tidak sama dengan media tanam. Hal pertama yang harus dilakukan untuk media tanam yaitu, persiapkan polybag. Lalu, buat media tanam dengan campuran tanah, pupuk kandang, arang sekam dengan perbandingan 1:2:3. Dan masukkan dalam media tanam ke dalam polybag dengan ditambah 1 liter humic acid, 5 gram Furadan, dan 2 gram NPK. Lalu untuk yang terakhir aduk rata.

4. Pemindahan Media Semai ke Media Tanam

Bibit bisa dimasukkan ke dalam media semai jika sudah berumur 2-3 minggu dipindahkan ke media tanam. Pada umur 2-3 minggu biasanya tunas sudah mencapai ukuran 10cm. Media tanam harus disiram dengan air agar akar cepat beradaptasi dengan media tanam. Setelah itu media tanam dapat digunakan.

Untuk memindahkan dari media semai ke media tanam disarankan pada saat waktu terbaik, yaitu pagi hari atau sore hari. Lebih baik hindarkan pemindahan pada siang hari karena akan membuat akar menjadi rusak. Setelah masuk ke media tanam, biasanya tanaman melon mulai menjalar pada usia 5-8 hari. Pada usia 5-8 hari sebaiknya pasang lanjaran agar arah rambatan bisa diatur.

5. Memangkas dan Memilih Melon

Langkah yang sangat penting untuk mengoptimalkan produktivitas dan juga pertumbuhan tanaman melon adalah memangkas. Dikarenakan pertumbuhannya sangat cepat, pemangkasan ini harus dilakukan setiap hari. Untuk pemilihan buah sebaiknya dipilih pada cabang antara ke 7 dan 12, kita bisa memangkas cabang lain agar pertumbuhannya bisa optimal, atau bisa juga memangkas cabang yang muncul pada ketiak daun pertama hingga ke 8 dan biarkan saja daun ke 9 – ke 13 supaya buah bisa bertumbuh. Untuk daun ke 13 – ke 17 tidak usah ada cabang yang dipelihara.

6. Mengendalikan Hama dan Penyakit serta Pembagian Nutrisi

Untuk mengendalikan hama, disarankan menggunakan insektisida atau sama dengan membunuh dan membuang hama pada bagian yang dihinggapi hama. Menggunakan fungisida sistemik dan kontak untuk mencegah serangan penyakit, gunakan cara ini selang-seling.

Untuk pupuk untuk tanaman hidroponik tidak boleh sembarangan. Pemberian nutrisi dapat dilakukan sesuai fase pertumbuhan tanaman melon. Dalam hal pemupukan masing-masing fase memiliki takaran yang berbeda-beda.

  • Saat tanaman melon tumbuh 4 helai daun : nutrisi pemupukan memerlukan± 400 ppm.
  • Saat tanaman melon sudah berusia 2 minggu dipindahkan ke media tanam hidroponik : nutrisi pemupukan memerlukan± 800 ppm.
  • Setelah lebih dari 2 minggu :  dosis pemupukan harus dinaikkan menjadi 1000 ppm hingga menjelang tanaman berbunga.
  • Saat tanaman melon berbunga : nutrisi memerlukan ±1200 ppm.
  • Saat tanaman melon berbuah : nutrisi memerlukan 1500 ppm.
  • Saat tanaman melon sudah berjaring : nutrisi memerlukan 1800 ppm hingga siap untuk panen.

7. Pemanenan Melon

Bisanya buahnya mulai tumbuh pada umur 20 hari setelah tanaman melon ini ditanam. Kita bisa merawatnya hingga umur 60 hari hingga buah siap dipanen. Untuk dapat mengetahui buah siap dipanen atau tidak, bisa dilihat dari ciri ciri berikut ini:

  • Warna kulit buah putih kekuningan
  • Pada bagian tangkai terdapat lingkaran retak atau cincin

Bisa dibilang tidak terlalu sulit untuk melakukan budidaya tanaman melon. Yang penting perlu dilakukan hanyalah kita bisa apa tidak untuk merawatnya. Dan kita bisa menjadikan tanaman melon ini sebagai penghias taman ataupun ruangan, atau karena melon memiliki nilai ekonomis tinggi, melon bisa masuk kedalam daftar agribisnis untuk mendapatkan keuntungan ataupun bisa dikonsumsi sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Azzamy, 2016. Menanam Melon dalam Polybag.

Cara menanam melon hidroponik. Di kutip 11 November 2020 dari https://mitalom.com/cara-mudah-menansym-melon-hidroponik-di-polybag-dengan-sistem-fertigasi/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *