Budidaya Kangkung Secara Hidroponik Untuk Urban Farming

Urban farming, atau bisa disebut juga dengan Pertanian perkotaan, pertanian perkotaan, atau berkebun perkotaan adalah praktik budidaya, pengolahan, dan distribusi makanan di dalam atau sekitar wilayah perkotaan. Urban Farming dapat melibatkan pertanian, akuakultur, agroforestri, peternakan lebah perkotaan, dan hortikultura. Kegiatan ini lebih jauh terjadi di daerah pinggiran kota, dan pertanian pinggiran kota mungkin memiliki karakteristik yang berbeda.

Urban farming pada umumnya dilakukan untuk menambah pendapatan atau aktivitas memproduksi bahan pangan untuk dikonsumsi atau dijual untuk mendapat penghasilan, dan di beberapa tempat dilakukan untuk relaksasi dan rekreasi

Hidroponik merupakan budidaya menananm tumbuhan tanpa menggunakan tanah, melainkan menggunakan air yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Media tanam untuk hidroponik dapat berupa kerikil, pasir, spons, sabut kelapa, rock wool, dan arang sekam. Pada hidroponik, kebutuhan air lebih sedikit daripa da kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik juga meningkatkan efisiensi lahan, karena tidak membutuhkan lahan yang luas.

Mengapa urban farming diminati oleh masyarakat urban?

Pandemi corona/COVID-19 memberikan pengaruh secara langsung pada pola hidup masyarakat. Salah satunya yaitu tingginya kebutuhan masyarakat akan buah dan sayuran. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, beberapa ada yang memilih untuk menanam sendiri buah dan sayuran dengan memanfaatkan lahan yg terbatas.

Di masa pandemi seperti sekarang, urban farming menjadi solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan buah dan sayuran. Jika hasil dari urban farming tersebut berlebih, maka bisa dijual dengan harga yang tak kalah dengan hasil pertanian konvensional.

Bercocok tanam di lahan sempit menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat urban di tengha pandemi covid-19.Urban farming dianggap sejalan dengan keinginan masyarakat urban yang ingin menjalani gaya hidup sehat. Hasil panen dari urban farming lebih menyehatkan dan memiliki banyak manfaat karena urban farming tidak menggunakan tanah,melainkan sepenuhnya menerapkan sistem penanaman organik, dan tidak memakai pupuk kimia dan pestisida yang dapat merusak kualitas. Penurunan kualitas hidup yang sebelumnya dialami oleh masyarakat urban dapat kembali ditingkatkan lewat aktivitas urban farming yang menyegarkan dan menenangkan pikiran.

Mengapa urban farming harus dikembangkan oleh masyarakat urban?

Karena Saat ini, diperkirakan lima puluh persen populasi dunia tinggal di kota. Di Indonesia sendiri, diperkirakan pada tahun 2035, sekitar 65 persen penduduk akan mengungsi ke kota, terutama di 16 kota besar di Indonesia.

Pada 2020, jumlah penduduk Indonesia akan mencapai sekitar 268 juta jiwa atau sekitar 3,5 persen dari seluruh penduduk dunia. Angka ini menunjukkan jumlah pangan yang harus disediakan. Namun jika penambahan jumlah penduduk tidak diimbangi dengan peningkatan produksi pangan, maka terjadi ketidakseimbanagn antara kebutuhan dan ketersediaan pangan yang tidak dapat dihindari.

Persoalan melonjaknya jumlah penduduk dan perubahan iklim global global merupakan beberapa faktor yang menjadi tantangan dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Inilah tantangan yang harus dijawab, terutama oleh lembaga yang berkompeten. Ada beberapa pendekatan yang dapat diambil untuk menjawab tantangan tersebut, diantaranya melalui pendekatan inovasi teknologi.

Urban farming juga menjawab krisis ruang terbuka hijau yang disebabkan oleh masifnya pembangunan di ibukota. hilangnya ruang terbuka hijau dapat berpengaruh pada keseimbangan ekosistem lingkungan dan meningkatkan polusi yang tentunya buruk bagi kesehatan masyarakat urban. Dengan adanya urban farming, kita masih bisa mamiliki lahan terbuka hijau, meskipun di tengah padatnya perkotaan

Tanaman kangkung adalah tanaman jenis sayur-sayuran yang paling sering diolah oleh masyarakat indonesia menjadi sayur. Kangkung memiliki banyak sekali manfaat untuk tubuh karena mengandung zat besi, protein, vitamin(A, B, C, dan K), kemak, karbohidrat, kalsium, dan vitamin B1. Mengonsumsi kangkung juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan mata, mencegah diabetes, menurunkan berat badan, dan masih banyak lagi.

melihat banyaknya manfaat dari kangkung tersebut, tentunya akan sangat menarik jika kita bisa menanamnya sendiri di rumah. berikut merupakan cara menanam kangkung secara hidroponik :

1. Siapkan Alat dan Bahan

Berikut beberapa alat dna bahan yang harus disiapkan untuk menanam kangkung hidroponik :

  • Benih kangkung
  • Pupuk hidroponik atau pupuk organik cair
  • Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) (optional)
  • Saringan hidroponik
  • Baskom sebesar besek plastik

2. Penyemaian Benih Kangkung

Tahap yang dilakukan selanjutnya adalah penyemaian benih.

Pastikan sebelum menyemai, benih yang ditanam adalah benih yang berkualitas baik

berikut cara yang bisa digunakan untuk memastikan benih yang digunakan berkualitas baik :

  • Sediakan baskom yang sudah terisi air
  • Letakkan beberapa benih kangkung di dalam wadah tersebut
  • Biarkanlah benih tersebut sekitar 24 jam
  • Kemudian, perhatikan benih yang mengapung dan yang tenggelam
  • Buanglah benih yang mengapung, karena benih tersebut tidak dapat berkecambah atau lambat pertumbuhannya

Setelah mendapat benih yang berkualitas, lanjut ke menyemai benih kangkung

Berikut langkah-langkahnya :

  • ambil kain yang kira-kira bisa untuk menahan air
  • bungkus benih yang telah direndam dengan kain
  • siramlah kain dengan air hangat secukupnya

Kain harus sedikit basah agar terjaga kelembapannya dan benih cepat berkecambah

Kain bisa ditaruh diatas besek sebagai wadah

 

3. Pengunaan pupuk

Untuk pemberian nutrisi pada kangkung bisa menggunakan pupuk AB mix

Langkah-langkah untuk pemberian pupuk :

  • Siapkan baskom yang berisi satu liter air
  • Campurkan air dalam baskom dengan 5 ml pupuk A dan 5 ml pupuk B
  • aduk campuran air dan pupuk tersebut

Catatan : maksimal ketinggian air mencapai batas bawa besek yang akan ditaruh di atas baskom

4. Pindahkan besek

Selanjutnya, langkah yang dilakukan adalah memindahkan besek keatas baskom berisi pupuk.

Berikut langkah-langkahnya :

  • Letakkan besek yang sudah terisi denga benih kangkung di atas baskom berisi larutan pupuk
  • Lalu setelah itu, letakkan tanaman di bawah sinar matahari

Sebagai catatan, akan lebih efisien jika benih kangkung bisa ditanam sebanyak mungkin dalam satu wadah

5. Cara perawatan

Berikut cara Perawatannya

  1. Pada saat tanaman sudah berumur 2 minggu, konsentrasi larutan tersebut akan bertambah
  2. Pada saat itu juga, larutan pupuk perlu ditambah juga, yang awalnya 5 ml menjadi 9ml per satu liter air
  3. Jika larutan pupuk sudah berbau, maka perlu diganti
  4. kangkung hidroponik baru bisa dipanen dalam waktu 4 sampai 6 minggu dari awal penanaman

Hal yang harus diperhatikan pada saat menanam kangkung hidroponik adalah serin mengecek pertumbuhan kangkung

DAFTAR PUSTAKA

5 Cara Menanam Kangkung Hidroponik di Rumah untuk Pemula. Mudah dan Murah!

https://id.wikipedia.org/wiki/Kangkung

https://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian_urban

https://id.wikipedia.org/wiki/Hidroponik

Urban Farming Makin Diminati Masyarakat Perkotaan

http://indonesiabaik.id/motion_grafis/urban-framing-tren-gaya-hidup-perkotaan-bangun-kedaulatan-pangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *