Budidaya Cabai menggunakan metode Vertical Farming

Dimasa pandemi seperti sekarang ini, kita diharuskan untuk berdiam diri di dalam rumah. Mungkin banyak dari kita semua yang sudah mulai jenuh karena terus berdiam diri di rumah. Namun, itu semua untuk kebaikan kita semua. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dimasa pandemi sekarang agar kita tidak bosan atau jenuh berdiam diri di rumah yaitu salah satunya dengan menanam tumbuhan di rumah kita masing-masing. Selain mengisi waktu luang kita, menanam tumbuhan juga dapat menghasilkan uang dengan cara menjual hasil dari apa yang kita tanam. Selain itu juga, hasil dari yang kita tanam juga dapat kita konsumsi oleh kita sendiri. Jadi, kita dapat sedikit menghemat uang yang seharusnya uang tersebut kita pakai untuk membeli bahan pangan untuk kita konsumsi. Dan tidak hanya itu juga, tanaman yang kita tanam dapat dijadikan hiasan di rumah. Nah, itu semua merupakan sedikit manfaat dari urban farming. Lalu, apa itu urban farming ?

Urban farming merupakan praktik budidaya bahan pangan di sekitar kota. Urban farming ini cocok sekali dilakukan oleh warga yang tinggal di perkotaan dan juga yang tidak memiliki ruang yang cukup luas untuk bertani. Dengan urban farming juga, kita bisa mendapatkan penghasilan dari hasil menjual bahan pangan yang kita tanam di rumah. Selain itu, dengan urban farming juga kita dapat menjual bahan pangan yang lebih segar kepada konsumen karena jarak antara kita sebagai produsen tidak jauh dengan konsumen, maka dari itu konsumen akan mendapatkan jaminan bahwa bahan pangan yang mereka dapatkan masih segar dan mereka tidak akan mendapatkan risiko dari pestisida dan pengawet bahan pangan.

Vertical farming adalah salah satu metode menanam yang sangat cocok dilakukan oleh warga perkotaan yang tidak memiliki lahan yang cukup luas. Vertical farming ini tidak membutuhkan lahan yang luas karena sesuai dengan namanya metode menanam ini dilakukan dengan cara “menumpuk” tanaman ke atas. Maka dari itu, kita dapat menghemat ruang untuk bertani di rumah. Selain itu, dengan menggunakan metode veritcal farming ini, dapat menghias rumah kita dengan tanaman yang ditanam dengan cara vertical farming. 

Cabai merupakan bahan pangan yang sudah tidak asing lagi bagi orang yang tinggal di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. Cabai sangat digemari oleh anak muda maupun orang yang sudah dewasa. Cabai ini biasanya dipakai sebagai bumbu dan untuk penguat rasa makanan. Selain itu, cabai memiliki beberapa manfaat. Namun, perlu diperhatikan konsumsi dari cabai ini karena tidak baik jika dikonsumsi dengan jumlah yang banyak.

 

Cara membuat vertical farming di lahan yang sempit

Cara membuat vertical farming ini tergolong cukup mudah dan bahan-bahan yang harus disiapkan dapat ditemukan di sekitar kita. Berikut ini cara membuat vertical farming : 

1. Siapkan alat dan bahan 

  1. Ember bekas cat lengkap dengan tutupnya
  2. Tower hidroponik
  3. Pipa
  4. Pompa air
  5. Netpot
  6. Rockwool

2. Lubangi tutup ember cat 

Langkah selanjutnya, kita lubangi terlebih dahulu tutup ember cat yang besarnya sesuai dengan diameter tower hidroponik. Lalu jangan lupa beri sedikit ruang untuk kabel dari pompa air agar kabel pompa air tidak terjepit oleh tower hidroponik.

3. Isi ember dengan air 

Setelah tutup ember cat kita lubangi, langkah selanjutnya kita masukan air secukupnya, jangan sampai ember cat tadi terisi penuh oleh air.

4. Masukan pompa air 

Langkah selanjutnya, kita masukan pompa air ke dalam ember yang sudak kita isi dengan air.

5. Masukan pipa ke dalam tower hidroponik 

Langkah selanjutnya, kita masukan pipa ke dalam tower hidroponik, tetapi sebelum itu kita lubangi terlebih dahulu pipa agar air dapat keluar dari pipa.

6. Masukan pipa dan tower hidroponik ke dalam ember

Lalu langkah selanjutnya, masukan pipa beserta tower hidroponik ke dalam ember tadi. Jangan lupa kita sesuaikan lubang pipa dengan pompa air nya.

7. Masukan netpot ke dalam lubang tower hidroponik 

Langkah terakhir, kita masukan netpot yang sudah kita siapkan ke dalam lubang yang ada di tower hidroponik tadi.

 

Cara menanam cabai dengan metode vertical farming

Cara menanam cabai tergolong cukup mudah dan dapat dilakukan di rumah. Berikut adalah cara menanam cabai di rumah dengan metode vertical farming :

1. Bibit cabai

Yang pertama harus kita lakukan adalah dengan menyiapkan bibit cabai. Bibit cabai dapat ditemukan di toko yang menjual bibit cabai atau kita juga dapat menyiapkan bibit cabai sendiri tanpa membeli di toko karena biasanya bibit cabai yang dijual di toko jumlahnya sangat banyak dan harganya mahal. Jadi, jika kita ingin menanam cabai dengan skala yang sedikit, kita dapat membuat bibit cabai sendiri. Caranya adalah siapkan cabai, lalu kupas cabai tersebut dan ambil biji cabainya yang masih segar. Lalu setelah itu, jemur biji cabai hingga kering.

2. Menyemai bibit cabai

Siapkan rockwool, bibit cabai, nampan, air, dan kardus yang sudah dilapisi kertas hitam. Langkah pertama adalah siapkan media penyemaian yaitu dengan menggunakan rockwool. Setelah itu, simpan rockwool di nampan. Lalu, masukan bibit cabai ke dalam rockwool. Jika sudah, berikan air secukupnya hingga rockwool sedikit tergenang. Tutup nampan beserta bibit cabai yang berada di dalam rockwool dengan menggunakan kardus yang sudah dilapisi dengan kertas berwarna hitam agar tetap terjaga kelembapannya. Simpan penyemaian di tempat yang tidak terkena secara langsung oleh sinar matahari dan juga hujan. Jika sudah tumbuh kecambah, buka penutup penyemaian tetapi jangan secara langsung terkena sinar matahari. Tunggu hingga tumbuh daun sejati.

3. Menanam cabai 

Setelah proses penyemaian bibit cabai beres atau bibit cabai tadi sudah tumbuh daun sejati, langkah selanjutnya yang kita lakukan adalah menanam cabai. Pindahkan cabai yang sudah melewati proses penyemaian ke dalam netpot di tower hidroponik tadi yang sudah kita buat.

Nah itulah cara membuat vertical farming dan cara menanam cabai di rumah. Ternyata tidak terlalu sulit menanam cabai di rumah. Namun, itu semua akan terasa sulit jika tidak ada niat dan kemauan dari diri kita masing-masing.

 

DAFTAR PUSTAKA

id.wikipedia.org. (2020, 20 Maret). Pertanian urban. Diakses pada 10 November 2020, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian_urban

id.wikipedia.org. (2019, 31 Desember). Pertanian vertikal. Diakses pada 10 November 2020, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian_vertikal

id.wikipedia.org. (2019, 20 Mei). Cabai. Diakses pada 11 November 2020, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Cabai

Liputan6.com. (2018, 06 Juni). 6 Cara Menanam Cabe Sendiri di Rumah dengan Mudah dan Pasti Berbuah. Diakses pada 11 November 2020, dari https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3550048/6-cara-menanam-cabe-sendiri-di-rumah-dengan-mudah-dan-pasti-berbuah

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *