Budidaya Bawang Merah Menggunakan Metode Hidroponik Sistem Wick

Bawang merah (Allium cepa var ascalonicum L) atau brambang merupakan salah satu produk hortikultura unggulan Indonesia yang produk bibitnya terus ditingkatkan untuk memperoleh bibit yang bermutu dan sehat. Bawang merah adalah tanaman semusim yang mempunyai umbi berlapis-lapis dengan biji keping satu (monokotil), memiliki daun dengan bentuk silinder berongga, dan akarnya serabut. Pangkal daun yang berlapis, membesar, menyatu dan membentuk batang yang tumbuh hingga membentuk umbi berlapis. Menurut (Anonim, 2007) umbi bawang merah beragam warna, dari warna merah muda, merah pucat, merah cerah, merah keunguan, hingga merah kekuningan. Selain termasuk tanaman umbi-umbian, bawang merah juga termasuk tanaman rempah-rempah. Bawang merah sering digunakan sebagai bahan bumbu masakan dan penyedap masakan. Selain itu, bawang merah mengandung zat dan senyawa yang dapat digunakan sebagai obat alternatif dan berguna bagi kesehatan. Di Indonesia untuk permintaan bawang merah mengalami kenaikan senilai 5% dari tahun ke tahun. Hal tersebut disebabkan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Selanjutnya BPS (2004) menjelaskan bahwa impor bawang merah menyentuh 56710 ton, ini dikarenakan kapasitas produksi bawang merah Indonesia masih kurang yaitu 9,2 ton/ha. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan bawang merah di dalam negeri masih tinggi dibandingkan dengan penawarannya. Oleh karena itu, perlunya peningkatan produktivitas bawang merah di dalam negeri. Meningkatnya jumlah penduduk mengakibatkan kebutuhan akan bawang merah  mengalami kenaikan sedangkan lahan yang tersedia kian sempit.

Keterbatasan lahan khususnya di wilayah perkotaan berakibat berkembangannya teknologi pertanian perkotaan. Pengertian konsep pertanian perkotaan adalah memaksimalkan ruang yang ada untuk digunakan sebagai kegiatan pertanian. Salah satu pilihannya dengan sistem hidroponik sebagai sistem pertanian yang efektif dan efisien dengan menghasilkan produk yang bermutu. Menurut Wibowo dan Ariyanti (2013) menjelaskan bahwa pada masa yang akan datang peluang hidroponik  dapat diterapkan dimanapun sebagai sistem pertanian.

Salah satu upaya sistem pertanian untuk budidaya bawang merah di lahan yang terbatas yaitu dengan metode hidroponik. Sistem ini menanam tanpa menggunakan media tanam tanah merupakan kelebihan dari hidroponik dibandingkan dengan sistem konvensional. Dengan kata lain, hidroponik ialah cara menanam hanya dengan oksigen, air, dan nutrisi. Hidroponik tidak memerlukan tempat luas dan perawatannya yang mudah. Selain itu, hidroponik juga meminimalisir penggunaan pestisida karena hidroponik dari penyemaian hingga pemanenan yang steril dari penyakit dan hama yang ada di tanah. Hidroponik dapat meningkatkan nilai jual lebih karena dalam prosesnya tidak menggunakan pestisida. Selain itu kelebihan hidroponik secara penanaman dapat dikontrol, tidak tergantung musim, media tanam permanen, dan pengirigasian serta penutrisian yang efektif dan efisien. Jenis hidroponik yang digunakan dalam menanam bawang merah di hidroponik adalah sistem wick. Hidroponik dengan menggunakan sistem wick tepat digunakan bagi orang yang ingin bercocok tanam dengan metode hidroponik. Prinsip sistem wick ini mendasar hanya memanfaatkan kapilaritas air. Kelebihan lain dari sistem wick diantaranya mudah dalam perakitannya, tidak membutuhkkan perawatan yang khusus, mudah dipindahkan (portabel), dan dapat diaplikasikan di lahan yang terbatas.

Perkembangan dan pertumbuhan tanaman hidroponik sangat dipengaruhi oleh faktor kelembapan, perubahan suhu udara, cahaya, pH air, nutrisi, media tanam, dan suhu tanaman. Bawang merah pada hidroponik membutuhkan cahaya selama enam sampai delapan jam sehari dengan suhu udara sekitar 25 derajat celcius sampai 32 derajat celcius. Media yang dapat digunakan yaitu arang sekam, zeolit, dan rockwool. Nutrisi siap pakai yaitu nutrisi A dan B. Nutrisi A dan B adalah nutrisi yang digunakan serta penggunaanya yang dicampur (mix) sehingga disebut nutrisi ABmix. Nutrisi A mempunyai kandungan didalamnya yaitu kalium nitrat , kalsium amonium nitrat, dan  zat besi sedangkan kandungan nutrisi B yaitu amonium sulfat, kalium dihidro sulfat, magnesium sulfat, mangan sulfat, tembaga sulfat, seng sulfat, asam borat, serta amonium molibdat. Formula nutrisi khusus yang ditunjukkan untuk tanaman hidroponik yaitu nutrisi ABmix karena terkandung unsur hara penting yang dibutuhkan tanaman untuk memacu pertumbuhan. Nutrisi ABmix mudah didapat di pasaran, dan mudah dalam penggunaan (Iqbal, 2016). Nutrisi ABmix umbi digunakan khusus untuk tanaman umbi dengan jenis nutrisi yaitu nutrisi cair. Nutrisi ABmix umbi mempunyai unsur hara penting, merangsang cepatnya tanaman untuk membentuk umbi, dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit dan hama. Tanaman bawang merah membutuhkan pH air yaitu sekitar 5,5 hingga 6,5.

Dalam budidaya dengan metode hidroponik menggunakan sistem wick terdapat alat dan bahan membuat hidroponik, langkah-langkah dalam pembuatan alat, dan cara penanaman, pemeliharaan, serta perawatan.

Pembuatan hidroponik dengan sistem wick memerlukan alat dan bahan diantaranya :

  1. Pot
  2. Tandon nutrisi
  3. Gunting atau cutter
  4. Kain flannel
  5. Media tanam dapat menggunakan arang sekam, zeolit, atau rockwool
  6. Bibit (potong sedikit bagian ujung bawang merah)
  7. Nutrisi ABmix
  8. pH meter untuk mengukur pH air
  9. TDS meter untuk mengukur larutan nutrisi
  10. Air

Berikut adalah langkah-langkah dalam pembuatan hidroponik dengan sistem wick :

  1. Persiapkan pot dan tandon nutrisi. Ukuran pot disesuaian dengan botol bekas.
  2. Potong botol, bentuk dan ukuran lubang disesuaikan dengan pot.
  3. Lubangi samping botol dengan diameter ±1 cm untuk sirkulasi udara.
  4. Posisi lubang udara berada sedikit dibawah posisi dasar pot.
  5. Potong kain flannel menggunakan gunting dan aplikasikan pada pot.
  6. Masukkan media tanam pada pot.
  7. Agar tandon tidak berlumut maka larutan nutrisi dicat.

Langkah penanaman bibit bawang merah menggunakan sistem wick diantaranya adalah :

1. Siram media tanam dengan air biasa.

2. Tanam bagian umbi bawang merah ke media tanam.

3. Selama 3-4 hari atau hingga tunas tumbuh dan keluar, pertumbuhan tunas bawang merah ditandai dengan munculnya daun pada tunas-tunasnya.

4. Letakkan ditempat hingga tunas tumbuh.

4. Isi tandon dengan larutan nutrisi ABmix, apabila tunas telah tumbuh ±1 cm.

5. Perkenalkan tunas bawang merah dengan sinar matahari secara penuh.

Setelah penanaman bibit, supaya tanaman bawang merah hidroponik dapat tumbuh dan berkembang dengan baik hingga menghasilkan produk yang unggul maka wajib dilakukannya pemeliharaan dan perawatan. Bagian terpenting dalam memelihara dan merawat tanaman hidroponik yaitu memastikan nutrisi yang dibutuhkan memenuhi dan tetap menjaga kestabilan pH air. Bawang merah hidroponik dengan sistem wick dapat dipanen pada usia 60-65 hari setelah penanaman.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ali, M. (2017, November). BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH. Retrieved from https://doi.org/10.31219/osf.io/ds4z6

Margiwiyatno, A., & Sumarni, E. (2011). Modifikasi Iklim Mikro pada Bawang Merah Hidroponik dalam Rangka Memperoleh Bibit Bermutu. Journal Keteknikan Pertanian, 43-47.

Rahmat, R., Adnan, S., Anugrahwaty, R., Alami, E., & Siregar, B. (2019, June). Red onion growth monitoring system in hydroponics environment. Journal of Physics: Conference Series. doi:10.1088/1742-6596/1235/1/012117

Rokhmah, N. A., Fitriandi, R., & Sastro, Y. (2017). Pengaruh media tanaman pada pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.) secara hidroponik. 13-26.

Subrata, I. M., & Purnamaningsih, N. P. (2018, September). Pertumbuhan Bawang Merah (Allium cepa var ascalonicum L.) pada Kultur Hidroponik Sistem Sumbu (Wick) dengan Konsentrasi Pupuk ABmix Berbeda. Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains, 7(2), 178-185. doi:10.5281/zenodo.2548096

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *