Bawang Bombay (Allium cepa L.)

Gambar 1. Bawang Bombay (Sumber: https://hidup-sehat.serhamo.net/2016/05/klasifikasi-dan-morfologi-bawang-bombay.html, 2016)

Bawang bombay merupakan salah satu tanaman yang termasuk umbi-umbian, tanaman ini seringkali digunakan sebagai bumbu atau penambah cita rasa pada masakan. Tanaman bawang bombay termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan karena tanaman ini akan tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan intensitas curah hujan dan cahaya yang mencukupi. Bawang bombay memiliki nama latin Allium cepa, tanaman ini termasuk ke dalam famili liliceae yang masih satu famili dengan suku terong-terongan. Secara sistematis menurut ilmu biologi, tanaman bawang bombay dapat diklasifikasikan, berikut ini klasifikasi dari tanaman bawang bombay:

 

Kindom : Plantae (tanaman)

Subkingdom : Trachebionta

Super Divis: Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Liliopsida atau berkeping satu

Sub kelas : Lilidae

Ordo : Liliales

Famili : Liliaceae (termasuk suku bawang bawangan)

Genus : Allium

Spesies : Allium cepa L.

 

A. Morfologi Bawang Bombay

Gambar 2. Morfologi Bawang Bombay (Sumber: https://www.dreamstime.com/parts-plant-morphology-onion-plant-green-leaves-roots-bulb-english-titles-parts-plant-morphology-onion-plant-image126172052, 2019)

 

Morfologi bawang bombay ini terdiri dari daun, batang dan akar. Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai morfologi bawang bombay untuk setiap bagian:

1. Morfologi Akar Bawang Bombay

Bawang bombay memiliki akar dengan sistem perakaran serabut. Akar yang dimiliki bawang bombay memiliki ukuran yang tidak terlalu panjang, akarnya menyebar dan menjalar di permukaan tanah dengan panjang sekitar 10 cm. Perakaran bawang bombay tidak terlalu dalam tancapannya ke dalam tanah yaitu hanya berkisar 30 cm dari permukaan tanah. Bawang bombay terdiri dari dua jenis akar yaitu akar pokok dan bulu akar, akar pokok berfungsi sebagai tempat tumbuh akar adventif sementara bulu akar berfungsi untuk menyerap air dan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dari dalam tanah dan juga untuk menopang berdirinya tanaman. Akar bawang bombay memiliki warna keputihan untuk tanaman yang masih muda dan akan berwarna kecoklatan jika tanaman sudah tua. Akar tanamannya ini akan mengeluarkan aroma menyengat seperti bawang merah apabila diremas.

2. Daun Bawang Bombay

Bawang bombay memiliki daun dengan bentuk menyerupai pipa pipih, berlubang dan berwarna hijau tua untuk tanaman dengan usia muda dan akan berwarna kekuning-kuningan apabila sudah tua. Panjang daunnya sampai melebihi 45 cm. Bawang bombay memiliki kaprikornus daun yang serupa dengan daun yang dimiliki bawang merah. Apabila dibandingkan dengan bawang merah, daun bawang bombay memiliki ukuran yang lebih besar ketika dipotong secara melintang. Tanaman ini memiliki pertulangan daun tunggal yang dimulai dari pangkal sampai ujung daun dan terlihat seperti garis yang lebih keras dari daunnya itu sendiri, sementara pada bagian pangkal dari daunnya memiliki bentuk yang meruncing.

3. Batang Bawang Bombay

Batang yang dimiliki bawang bombay merupakan batang semu berupa pelepah daun yang saling membungkus satu sama lain. Pelepah daun ini terletak di bagian luar dan selalu melingkar dan membungkus pelepah daun di bagian dalamnya sehingga ketika batang ini dipotong melintang maka akan terliat lapisan-lapisan menyerupai cincin atau dikenal dengan buku-buku dengan warna kehijauan, keras dan cukup kuat. Batang semu bawang bombay memiliki ukuran yang tidak terlalu panjang, pada bagian belahan pangkal pelepah daun melebar dan menebal daripada bagian bawahnya, pembengkakan ini berfungsi untuk cadangan makanan bagi tanaman. Bengkakan inilah yang disebut umbi atau bawang bombay itu sendiri.

4. Umbi Bawang Bombay

Gambar 3. Umbi Tanaman Bawang Bombay         (Sumber:https://blog.nurserylive.com/2016/06/23/looking-to-start-summer-kitchen-vegetable-garden-at-home-start-with-most-rewarding-vegetables-and-gardening-in-india, 2016)

Bawang bombay merupakan tanaman yang termasuk umbi lapis, berbeda dengan bawang merah, bawang bombay memiliki lapisan yang lebih tebal. Umbi dari tanman bawang bombay memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan umbi tanaman bawang lainnya. Bawang bombay yang merupakan umbi tanaman ini memiliki bentuk yang beragam mulai dari bulat sempurna, bulat pipih, bulat memanjang, lonjong dan pipih. Selain bentuk yang beragam, bawang bombay mempunyai warna yang bermacam-macam yaitu merah, merah kekuningan dan warna putih. Bawang Bombay biasanya tumbuh berumpun dan memiliki tinggi sampai 70 cm. Untuk aroma, bawang bombay mengeluarkan aroma yang lebih lembut dan tidak setajam aroma yang dimiliki bawang merah.

5. Bunga Bawang Bombay

Bawang bombay termasuk divisi Magnoliphyta atau tanaman berbunga. Bunga tumbuh pada bagian cakram tanaman, bunga bawang bombay memiliki tangkai bunga yang panjang dan besar, bagian tangkainya ini memiliki bentuk yang menngecil pada pangkal dan menggelembung pada bagian tengah. Bunga yang dimiliki merupakan bunga majemuk yang berbentuk tandan bertangkai dengan 50-200 kuntum bunga, besar lengan berkuasa dan juga membesar pada bagian bawah.

Pembungaan yang dialami bawang bombay sama halnya seperti yang terjadi pada bawang merah, pada ujung tangkai bunga terkadang dapat ditemukan umbi kecil yang dapat dimanfaatkan sebagai bibit. Bunga bawang bombay juga dapat membentuk biji yang kecil, berwarna hitam mengkilap dalam jumlah yang cukup banyak.

B. Budidaya Bawang Bombay dengan Sistem Hidroponik

Apakah bawang bombay dapat dibudidayakan dengan sistem hidroponik? Jawabannya tentu bisa, pada dasarnya semua tanaman dapat ditanam hidroponik hanya saja sistemnya yang perlu disesuaikan yang paling cocok untuk diterapkan.

Gambar 4. Hidroponik Sistem Wick                                  (Sumber: https://sumberplastik.co.id/blog/metode-menanam-bawang-merah-hidroponik-system-wick/, 2018)

Bawang bombay dapat dibudidayakan dengan hidroponik sistem wick, sistem wick merupakan sistem yang paling sederhana. Sistem wick termasuk sistem pasif karena tidak ada bagian yang bergerak. Larutan nutrisi yang disediakan akan diserap ke dalam media tumbuh melalui sumbu yang biasanya terbuat dari bahan yang mudah menyerap air. Berikut ini cara menanam bawang bombay dengan sistem wick:

1. Menyiapkan Bahan

Media dan bahan untuk menanam bawang bombay dapat menggunakan barang yang sudah tidak digunakan seperti botol, toples, kaleng dan lainnya. berikut ini media dan bahan yang digunakan untuk menanam bawang bombay:

  1. pot;
  2. tandon zat makanan;
  3. gunting/cutter;
  4. kain flanel;
  5. media tanam (dapat berupa cocopeat atau arang sekam);
  6. bibit bawang bombay;
  7. nutrisi hidroponik;
  8. pH meter;
  9. TDS meter; dan
  10. air

2. Persiapan Pot dan Tandon Nutrisi Bawang Bombay

Gambar 5. Skema Wick System              (Sumber: https://mitalom.com/cara-menanam-bawang-merah-hidroponik-sistem-wick/, 2016)
  1. Buatlah lubang pada bagian tutup toples lalu bentuk dan ukur lubang disesuaikan dengan pot yang tersedia. Lubang udara pada bagian samping toples memiliki diameter kurang lebih 1 cm dan lubang udara dibuat sedikit lebih rendah.
  2. Kain flanel atau bahan yang dapat menyerap air dipasang pada pot
  3. Toples/tandon sebaiknya dicat agar larutan nutrisi tidak ditumbuhi lumut

3. Persiapan Media Tanam Bawang Merah

Media tanam untuk menanam bawang bombay dengan sistem hidroponik ini dapat menggunakan cocopeat atau arang sekam atau campuran dari keduanya dengan perbandingan 1:1. arang sekam dimasukkan ke dalam pot setelah sumbu terpasang pada pot.

4. Persiapan Bibit Bawang Bombay

Bibit bawang bombay dapat berupa umbi dari tanaman bawang bombay atau biji dari tanaman tersebut. apabila menggunakan umbi, usahakan menggunakan umbi yang telah muncul calon akarnya.

5. Cara Menanam

Penanaman bawang bombay dilakukan dengan cara membenamkan setengah bagian umbi ke dalam media tanam yang telah disiram menggunakan air. sistem hidroponik ini diletakkan di tempat teduh sampai tunas keluar kemudian isi tandon dengan larutan nutrisi hidroponik, setelah itu sistem hidroponik baru bisa disimpan di bawah matahari secara penuh. Bawang bombay dapat dipanen dalam kurun waktu 4 sampai 5 bulan setelah ditanam.

 

Sumber Referensi

Azzamy. 2016. Cara Menanam Bawang Merah Sistem Wick. Terdapat pada: https://mitalom.com/cara-menanam-bawang-merah-hidroponik-sistem-wick/.

Efendi Mukhammad. 2018. 8 Cara Menanam Bawang Bombay Hidroponik dengan Mudah. Terdapat pada: https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-bawang-bombay-hidroponik-dengan-mudah.

Fredikurniawan. 2020. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bawang Bombay. Terdapat pada: http://fredikurniawan.com/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-bawang-bombay/.

Kementrian Pertanian. 2017. Pedoman Identifikasi Bawang Merah dan Bawang Bombay.

Serhamo, Serhamo. 2016. Klasifikasi dan Morfologi Bawang Bombay. Terdapat pada: https://hidup-sehat.serhamo.net/2016/05/klasifikasi-dan-morfologi-bawang-bombay.html.

Yustikarini, Dini. 2016. Hidroponik Sistem Wick. Terdapat pada: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/63860/HIDROPONIK-SISTEM-WICK/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *