Tanaman Selada (Lactuca sativa L.)

Gambar 1. Selada Kepala (Sumber: http://hidroponikpedia.com/inilah-10-daftar-nama-selada-hidroponik/ , 2018)

Tanaman selada dengan nama latin Lactuca sativa L. merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai banyak bentuk khususnya dalam hal bentuk daunnya. Ada 4 jenis tanaman selada yang sering dibudidayakan dan dikembangkan antara lain selada kepala atau selada telur, selada rapuh, selada daun atau selada potong, dan selada batang. Ciri-ciri fisik seperti ukuran, bentuk hingga warna tanaman selada akan berbeda setiap varietasnya, namun tinggi rata-rata tanaman selada adalah 30-40 cm untuk tanaman selada daun dan 20-30 cm untuk tanaman selada kepala (Saparinto, 2013). Tanaman selada sangat populer di kalangan masyarakat karena memiliki gizi yang tinggi, warna, rasa, dan tekstur yang banyak diminati. Sebagian besar selada dikonsumsi oleh manusia dalam keadaan mentah. Tanaman selada termasuk tanaman semusim yang dapat dibudidayakan pada daerah dingin, lembab, dataran tinggi, maupun dataran rendah (Rubatzky dan Yamaguchi, 1998). Read More …

Pemanfaatan Limbah Kotoran Ternak Sapi Menjadi Biogas dan Pupuk Organik

Limbah merupakan bahan-bahan yang tidak dimanfaatkan lagi, baik bahan organik maupun anorganik. Limbah dapat berasal dari berbagai sumber hasil buangan, seperti limbah rumah tangga, limbah peternakan, limbah pertanian, dan sebagainya. Limbah ini dapat berupa limbah padat, cair, dan gas yang akan berdampak buruk pada lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. (Adityawarman et al, 2015). Salah satu limbah yang berdampak pada lingkungan adalah limbah peternakan yang dapat berasal dari hasil kegiatan usaha ternak, rumah potong hewan, serta pengolahan produksi ternak. Limbah peternakan yang menjadi fokus pada paper ini adalah limbah kotoran sapi yang mencapai > 10 kg per hari. Hal ini mengakibatkan penumpukan kotoran di tempat pembuangan limbah membuat kandang sapi menjadi semakin buruk, bau kotoran yang mengganggu, serta dapat membuat pengelola ternak sapi menyediakan tempat yang lebih besar untuk menampung limbah tersebut (Pratiwi et al, 2019). Selain itu, apabila kotoran sapi tidak diolah dengan baik akan menjadikan limbah serta pencemaran lingkungan, karena kotoran ternak mengandung NH3, NH, dan senyawa lainnya (Sukamta et al, 2017). Read More …