Budidaya Lebah Klanceng dengan Konsep Urban Bee Sebagai Proses Agroindustri Berkelanjutan

Pertanian dan peternakan merupakan aktivitas ekonomi yang sering kita jumpai pada daerah pedesaan dengan lahan luas. Namun saat ini trend masayarakat akan praktik budidaya di daerah perkotaan dengan lahan terbatas atau urban farming sudah banyak dilirik dan dikembangkan. Tidak hanya sayuran dan buah-buahan, spesies hewan tertentu juga dapat dibudidayakan menggunakan teknik urban farming, salah satunya lebah. Jenis lebah yang mampu dibudidayakan adalah lebah tanpa sengat (trigona, klanceng, teuweul, kelulut), beberapa spesies lebah tanpa sengat seperti, H. Itama, T. Biroi, dan Laeviceps telah terbukti dapat dikembangkan di daerah perkotaan (Urban bee). Spesies lebah tanpa sengat dikenal sangat adaptif, dan mampu hidup selama lingkungannya terdapat sumber air, tanaman bergetah, tanaman bernektar, bunga berpolen, teduh (18oC-32oC) serta tidak berangin. Lebah tanpa sengat dapat menghasilkan tiga produk utama yaitu: madu, propolis, dan bee pollen. Selain memiliki produk hasil, lebah tanpa sengat juga mampu digandakan koloninya (split koloni), sehingga jumlah produktivitasnya dapat meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah koloni.

Read More …