Keterbatasan Dibalik Menjanjikannya Urban Farming

Urban farming atau juga dikenal dengan urban agriculture adalah suatu kegiatan yang melibatkan unsur-unsur pertanian yang dilakukan didaerah perkotaan. Untuk melakukannya, urban farming tidak memerlukan lahan yang luas sehingga urban farming dapat dilakukan oleh siapapun yang ingin melakukannya. Penanaman ini biasanya dilakukan di rumah dengan permukaan yang vertikal, atap rumah, atau kebun indoor. Tren menggiati urban farming terus berkembang seiring dengan meningkatnya masalah ketahanan pangan yang terjadi.

Melakukan urban farming tidak hanya sebatas menanam tumbuhan pangan di lingkungan perkotaan, melainkan memiliki beberapa konsep yang bisa diterapkan seperti tanaman dinding, rooftop garden, hidroponik, indoor farming, greenhouse, community garden, dan masih banyak konsep lainnya. Tidak hanya tumbuhan, cakupan urban farming ini sangat luas meliputi peternakan (pemeliharaan ayam di kebun) hingga aquaculture (budidaya ikan di kolam buatan). Selain itu, skala urban farming pun dapat dilakukan pada skala home industry sampai commercial industry. Tentunya dari konsep tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, sehingga perlu memilih konsep yang tepat dengan mempertimbangkan biaya dan kemampuan menjalankannya.

Read More …