Produksi Benih Kentang dengan Aplikasi Biopestisida Secara Aeroponik di Dataran Rendah

www.literasipublik.com, 2018
Sumber: www.literasipublik.com, 2018

Urban Farming saat ini menjadi salah satu teknik bertanam yang populer di masa pandemi ini. Banyak orang mempraktikkan kegiatan ini di halaman rumah mereka masing-masing. Hal ini dikarenakan Urban Farming sangat mudah untuk dipraktikkan dan lahan yang dibutuhkan juga tidak besar. Selain itu, Urban Farming juga menggunakan alat dan bahan yang mudah didapat serta hasil panennya nanti bisa dikonsumsi oleh keluarga. Banyak teknik Urban Farming yang bisa dilakukan, Salah satunya adalah Aeroponik. Istilah Aeroponik berasal dari dua kata, yaitu “aeros” (artinya udara) dan “ponus” (artinya tenaga). Kedua istilah tersebut adalah bahasa Yunani. Dengan mengacu pada dua istilah di atas, aeroponik berarti mengacu pada penggunaan udara untuk memberdayakan sesuatu. Pengertian lengkap aeroponik adalah sistem budidaya tanaman yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya, melainkan menggunakan media tanam berupa udara. Kentang merupakan tanaman yang dapat dibudidayakan secara vegetatif dari setiap generasi ke generasi, namun bibit kentang yang dibudidayakan secara vegetative memiliki potensi dalam menyebarkan penyakit jika pada saat tahap produksinya tidak dilakukan pengawasan dengan baik. Beberapa negara di Asia dan Eropa merupakan produsen kentang utama dunia. Negara-negara ini menyumbang 80% dari produksi kentang dunia pada tahun 2007. Ada beberapa negara di Asia yang berpotensi menghasilkan kentang, yang menyumbang sebesar hampir 50% dari pasokan kentang dunia (Prakash et al., 2010).

Read More …