Pengaruh Lahan Gambut Terhadap Lingkungan

Keterbatasan lahan yang produktif menjadi permasalahan saat ini yang menyebabkan harusnya dilakukan perluasan daerah pertanian. Lahan Gambut merupakan salah satu jenis lahan yang bisa dimanfaatkan untuk perluasan daerah pertanian khususnya oleh perkebunan. Gambut adalah lahan yang basah yang disebabkan oleh tertimbunnya sisa – sisa materi organik seperti lumut, pohon, rerumputan, dan jasad – jasad hewan yang telah membusuk. Timbunan tersebut mengendap selama ribuan tahun dan akhirnya membentuk endapan yang tebal. Rawa, cekungan antar sungai, dan daerah pesisir merupakan area yang biasanya dapat ditemukan gambut. Indonesia menduduki negara yang memiliki lahan gambut terluas di antara negara tropis yakni mencapai sekitar 21 juta hektar, yang tersebar terutama di daerah Papua, Kalimantan, dan Sumatera. Namun Karena tingkat keanekaragaman struktur lahan gambut ini, hanya ada beberapa lahan gambut yang layak digunakan untuk lahan pertanian. Dalam keadaan yang alami hutan gambut merupakan pengikat karbon sehingga dapat memperlambat efek rumah kaca. Tetapi apabila hutan gambut dilakukan konservasi maka karbon yang tersimpan di dalam gambut menjadi mudah teroksidasi mejadi karbon dioksida yang mana karbon dioksida menjadi salah satu faktor terjadinya efek rumah kaca. Oleh karena itu kehati – hatian dan ketelitian perencanaan dibutuhkan untuk mengelola lahan gambut.

Read More …