Mengatasi Krisis Air Bersih di Indonesia dengan Pengelolaan Sumber Daya Air

Banyak negara di dunia sedang menghadapi krisis air bersih dan air mineral. Mulai dari negara kecil, negara berkembang bahkan negara maju pernah mengalaminya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya krisis air, misalnya pembangunan gedung bertingkat yang membuat sumber daya air sulit didapat, bahkan faktor lingkungan dan iklim masing-masing negara yang membuat negara tersebut mengalami kekeringan.

Air adalah sumber daya alam yang dibatasi oleh waktu dan tempat. Pengelolaan dan pelestarian merupakan hal mutlak yang perlu dilakukan. Menurut Arsyad (1989) menjelaskan bahwa air merupakan bahan alam yang dibutuhkan untuk kehidupan makhluk hidup yaitu sebagai media pengangkutan zat-zat makanan dan juga merupakan sumber energi. Kebutuhan air rata-rata secara wajar adalah 60 l/orang/hari untuk segala keperluannya, ini terdapat pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Perkiraan dari tahun ke tahun untuk kebutuhan air bersih terus meningkat.

Read More …

Budidaya Bawang Merah Menggunakan Metode Hidroponik Sistem Wick

Bawang merah (Allium cepa var ascalonicum L) atau brambang merupakan salah satu produk hortikultura unggulan Indonesia yang produk bibitnya terus ditingkatkan untuk memperoleh bibit yang bermutu dan sehat. Bawang merah adalah tanaman semusim yang mempunyai umbi berlapis-lapis dengan biji keping satu (monokotil), memiliki daun dengan bentuk silinder berongga, dan akarnya serabut. Pangkal daun yang berlapis, membesar, menyatu dan membentuk batang yang tumbuh hingga membentuk umbi berlapis. Menurut (Anonim, 2007) umbi bawang merah beragam warna, dari warna merah muda, merah pucat, merah cerah, merah keunguan, hingga merah kekuningan. Selain termasuk tanaman umbi-umbian, bawang merah juga termasuk tanaman rempah-rempah. Bawang merah sering digunakan sebagai bahan bumbu masakan dan penyedap masakan. Selain itu, bawang merah mengandung zat dan senyawa yang dapat digunakan sebagai obat alternatif dan berguna bagi kesehatan. Di Indonesia untuk permintaan bawang merah mengalami kenaikan senilai 5% dari tahun ke tahun. Hal tersebut disebabkan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Selanjutnya BPS (2004) menjelaskan bahwa impor bawang merah menyentuh 56710 ton, ini dikarenakan kapasitas produksi bawang merah Indonesia masih kurang yaitu 9,2 ton/ha. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan bawang merah di dalam negeri masih tinggi dibandingkan dengan penawarannya. Oleh karena itu, perlunya peningkatan produktivitas bawang merah di dalam negeri. Meningkatnya jumlah penduduk mengakibatkan kebutuhan akan bawang merah  mengalami kenaikan sedangkan lahan yang tersedia kian sempit.

Read More …