Daun Kelor Sebagai Sumber Antioksidan Alami untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Penyebaran virus COVID-19 semakin meluas diseluruh dunia, tidak terkecuali di indonesia. Terdata per tanggal 13 november 2020 terdapat 52,8 juta kasus dengan jumlah korban meninggal sebanyak 1,29 juta (WHO). Di indonesia sendiri terdapat 458 ribu kasus dengan jumlah korban meninggal sebanyak 15.037 jiwa (WHO). Di masa yang genting ini, virus korona yang menyebar dengan sangat cepat, tidak terlihat, dan belum ditemukan vaksin untuk menghadapi virus ini, maka dari itu setidaknya kita harus bisa menjaga tubuh kita  sendiri dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku dan  mengonsumsi makanan yang sehat. Sebagai tambahan kita juga bisa mengonsumsi produk olahan daun kelor yang berfungsi sebagai antioksidan untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita. Antioksidan pada pengertian kimia adalah suatu senyawa yang mampu memberikan elektron atau dikenal sebagai electron donors. Sedangkan pada pengertian biologis antioksidan diartikan sebagai suatu senyawa yang berkemampuan mengatasi efek negatif dari oksidan yang terdapat di dalam tubuh seperti kerusakan pada elemen-elemen vital sel tubuh() Subtet T-sel dapat ditingkatkan oleh antiokidan yang dapat menambah respon limfosit ke mitogen, antioksidan juga dapat memicu peningkatan produksi interleukin-2 yang berpotensi untuk memicu aktifitas sel natural killer Ayuni Adawiyah(2019).Oksidan dan antioksidan sangat penting untuk dijaga kesimbangannya karena keduanya berkontribusi dalam fungsi kerja sistem imunitas tubuh, terlebih lagi dalam menjaga integritas, fungsi yang terdapat pada membran lipid, protein sel, asam nukleat, dan berperan dalam kontrol tranduksi signal dan ekspresi gen yang terdapat pada sel imun antioksidan yang juga merupakan senyawa yang bisa menghambat proses reaksi oksidasi.

Read More …

Lubang Resapan Biopori Sebagai Alternatif Sumber Air Bersih

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan yang sangat mendasar bagi masyarakat luas.Namun bagi beberapa masyarakat di indonesia ada yang belum memiliki akses air bersih atau jumlah air bersih di daerahnya belum bisa mencukupi semua kebutuhan masyarakat. Kita ambil contoh seperti di wilayah DKI Jakarta, Berdasarkan Paparan Pemenuhan Kebutuhan Air Perpipaan Masyarakat Jakarta (PAM JAYA, 2012) dan Litbang Kompas, populasi Jakarta pada tahun 2015 mencapai 10,6 juta jiwa dan diproyeksikan pada tahun 2030 mencapai 13,9 juta jiwa, sehingga kebutuhan air bersih pada tahun 2015 mencapai 29.474 liter/detik dan pada tahun 2030 mencapai 39.138 liter/detik, kapasitas produksi PAM JAYA pada tahun 2015 sebesar 17.878 liter/ detik dan pada tahun 2030 sebesar 16.500 liter/detik, maka dari itu terjadi defisit air pada tahun 2015 mencapai 10.099 liter/detik dan pada tahun 2030 mencapai 22.638 liter/detik Omar Mukhtari(2019).  Ditambah lagi di sejumlah daerah air sungai tidak bisa dijadikan sumber air bersih bagi warga sekitar dikarenakan sungai yang penuh sampah dan tercemar polusi, dan perlu dibangun fasilitas pengelolan air yang biaya pembangunannya tidak murah dan perlu ada fasilitas atau infrastruktur pendukung seperti akses jalan dan aliran listrik. Di beberapa tempat, khususnya daerah perkotaan, aktivitas pengambilan air dilakukan secara masif sehingga cadangan air di akuifer berkurang dan tidak bisa menompang tanah diatasnya.

Read More …