Penggunaan Irigasi Curah Otomatis untuk Lahan Kering

Irigasi merupakan proses pemberian air secara buatan pada tanah yang diolah dengan sistematis. Irigasi ini mempunyai tujuan agar tanaman yang ditanam pada suatu lahan dapat terpenuhi kebutuhan airnya, tidak hanya mengandalkan air alami yang didapatkan ole tanaman seperti hal nya dari pasokan air hujan atau air tanah. Hal ini dimaksudkan agar tanaman dapat tumbuh secara optimal dan terhindar dari kekeringan atau kekurangan air. Irigasi ini juga diharapkan sampai pada kondisi pF (retensi lengas tanah) antara 2.54 (kapasitas lapang) sampai dengan 4.2 (titik layu permanen). Kondisi pF dibawah 2 akan mengakibatkan genangan dan perkolasi pada lahan tanam, jika diatas 4.2 maka tanaman sudah tidak dapat menyerap air lagi dari tanah sehingga tanaman akan layu nantinya. Pemberian air atau irigasi terbagi menjadi empat metode, yaitu: irigasi permukaan, irigasi bawah permukaan, irigasi curah, dan irigasi tetes (Tusi, 2016).

Read More …

Pengolahan Limbah Organik

Komposter adalah sebuah alat sederhana yang efektif dan efisien dalam pengolahan sampah organik yang dapat menghasilkan pupuk salah satunya yang tentunya tidak membutuhkan biaya yang besar dalam pembuatannya. Metode yang digunakan komposter ini yaitu sederhana dengan memanfaatkan kealamiahan bakteri dalam tanah untuk mengubah sampah oraganik menjadi pupuk kompos. Bahan baku yang digunaka tentunya sampah organik, hal ini bisa daiapatkan dari limbah rumah tangga. Sehingga selain menghasilkan suatu produk hal ini juga untuk membantu lingkungan agar tidak terjadi pencemaran lingkungan, yang sering dijumpai karena penimbunan di TPA serta akan mengurangi lahan yang dijadikan TPA karena sampah organik yang diolah. Proses pengolahan sampah organik ini sangatlah alami sehingga tidak akan mengganggu kesuburan tanah. Komposter juga bermanfaat dalam mengurangi sampah organik yang ada lingkungan untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Seperti yang diketahui sampah dapat mengeluarkan gas metan yang cukup berbahaya dan dapat membahayakan lingkungan. Pupuk yang dihasilkan dari komposter inipun dapat berupa cair atau padat tergantung dari keinginan pengolah. Hal ini menjadikan komposter merupakan salah satu cara yang baik dalam menjaga lingkungan dengan pengolahan sampah organik (Yohana dkk, 2020).

Read More …