Tanaman Ercis (Pisum Sativum L.)

Gambar 1. Tanaman Ercis (Sumber: http://www.agroatlas.ru/content/cultural/Pisum_sativum_K/Pisum_sativum_K.jpg, 2009)

Kacang ercis (Pisum sativum L.) merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai sayuran didalam bahan makanan dikarenakan kandungan proteinnya yang tinggi. Tanaman ini termasuk kedalam suku polong-polongan atau Fabaceae (Ardhani dkk, 2019).

Peningkatan impot dari kacang ercis di Indonesia sendiri telah mengalami peningkatan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, yang mengartikan bahwa tingkat produksi dalam negeri belum dapat memenuhi seutuhnya kebutuhan bagi masyarakat. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan budidaya hidroponik, dimana budidaya hidroponik yang diterapkan harus dapat sesuai dengan karakteristik dan morfologi dari tanaman itu sendiri agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Menurut (Gashkova, 2009) dan (Pavek, 2012), karakteristik morfologi tanaman ercis adalah sebagai berikut:

 

 

 

Read More …

Pengelolaan Sampah Terpadu : Konversi Sampah Pasar Menjadi Pupuk Organik

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan bahwa indonesia diperkirakan menghasilkan 67 juta ton sampah pada tahun 2019, sebagian besar dari sampah ini atau 60% diantaranya merupakan sampah organik. sementara di posisi kedua ditempati plastik sebanyak 14%, sampah kertas sebanyak 9% dan karet 5,5% dan sisanya merupakan material material limbah industri lainnya. Sebagian besar sampah ini berasal dari rumah tangga dan industri, dimana hampir sebagian sampah organik berasal dari kawasan pasar-pasar tradisional. Pasar tradisional sendiri setiap harinya dapat menghasilkan ribuan ton sampah, dimana 70-90% diantaranya meruapakan bahan-bahan organik segar dengan kualitas tinggi. Hal tersebut cukup memprihatinkan mengingat proses pengolahan sampah amat minim mulai dari proses pengangkutan, hingga langsung ke pembuangan. Masalah mengenai sampah bertambah besar dan sulit dipecahkan setiap harinya, dikarenakan sulitnya melakukan pengolahan sampah menjadi barang yang dapat digunakan. Sulitnya melakukan pengolahan sampah disebabkan oleh beberapa faktor antara lain keterbatasan dana, kurangnya integrasi yang baik antara pemerintah dan pengelola pasar, keterbatasan ruang serta keterbatasan keahlian dalam melakukan pengolahan sampah yang baik dan benar. Pengolahan sampah yang baik dan benar dapat menjadi solusi yang tepat untuk dapat memecahkan masalah kebersihan, kesehatan, serta memberikan keuntungan sosial ekonomi bagi komunitas pasar. Paper ini membahas mengenai program pengolahan sampah yang berasal dari pasar untuk dapat diubah menjadi pupuk organik untuk dapat dijual kembali dengan kualitas yang baik dan nilai ekonomis yang tinggi, antara lain dengan proses pengomposan.

Read More …