Tanaman Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Gambar 1. Morfologi Tanaman Bunga Sepatu (Sumber: https://kitchenuhmaykoosib.com/bagian-bagian-bunga/ )

Tanaman bunga sepatu atau Hibiscus rosa-sinensis adalah salah satu spesies dari Malvaceace yang berfungsi sebagai tanaman hias, bahan pewarna makanan dan sebagai obat. Tanaman ini lebih dikenal sebagai tanaman hias karena memiliki bentuk dan warna yang indah dan memiliki berbagai karakter mahkota yang beranekaragam. Selain sebagai tanaman hias biasanya masyarakat Indonesia memanfaatkan H. rosa-sinensis untuk penyubur rambut dan juga sebagai pagar hidup untuk mempercantik halaman rumah. Bagian yang biasa dimanfaatkan sebagai obat yaitu pada daunnya biasa digunakan sebagai pencahar, lalu daun dan kulit batang digunakan untuk salah satu obat penggugur kandungan, tangkai sari untuk diuretik dalam mengatasi gangguan ginjal. Bunganya digunakan sebagai obat luka bakar, diabetes dan gangguan mestruasi, lalu daun dan bunganya digunakan untuk ulcer dan juga salah satu obat yang dapat mengatasi penyakit kanker. Keragaman warna bunga sepatu ini memiliki 4 warna yaitu kuning, merah, pink dan jingga. Bunga sepatu ini hanya bisa bertahan segar dalam sehari mulai pagi hari hingga sore, meskipun bunga ini tidak bertahan lama tetapi tanaman ini sering berbunga (cepat) terutama dengan pencahayaan matahari yang cukup memadai dan penyiraman yang rutin dan dikatakan pula tanaman hias ini memiliki reproduksi paling sempurna karena memiliki serbuk sari dan putik pada mahkota tanaman tersebut. Bunga sepatu memiliki manfaat yang banyak, hal ini bisa dibudidayakan pada sistem hidroponik dan fertigasi dengan melihat peluang untuk dibudidayakan secara konvensioal rumah tangga.

Read More …

Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Kepok Sebagai Pupuk Kompos Organik

Pisang Kepok (Musa Paradisiaca Formatypica) merupakan salah satu buah yang banyak dikonsumsi di Indonesia, semakin tinggi konsumsi pisang kepok ini yang membuat semakin banyak limbah kulit pisang yang tebuang. Solusi yang dapat diberikan dari permasalahan ini adalah dengan mengolah kulit pisang kepok menjadi pupuk kompos organik. Unsur makro yang terdapat di kompos adalah nitrogen, fosfor, dan kalium. Unsur nitrogen diantaranya terdapat pada tanaman Leguminosae. Pupuk kompos organik ini dibuat dari bahan kulit pisang bisa dalam bentuk padat atau cair. Pengomposan yang dilakukan biasanya dibantu oleh mikroorganisme, dimana mikroorganisme ini dibagi menjadi dua jenis yaitu mikroorganisme yang membutuhkan oksigen dengan kadar yang tinggi (Aerob) dan mikroorganisme yang membutuhkan oksigen dengan kadar yang rendah (Anaerob). Sebenarnya pengomposan dapat dibuat dengan dua cara, yaitu dengan bantuan oksigen (aerobik) dan tanpa bantuan oksigen (anaerobik). Berdasarkan hasil yang didapatkan berupa bahan organik yang matang dan siap dimanfaatkan oleh tanaman. Setiap proses pembuatan pupuk kompos organik ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing saat pembuatan. Pembuatan kompos metode aerob dengan tidak menggunakan bantuan aktivator dapat berlansung 40-60 hari. Selanjutnya hasil akhir proses ini berupa bahan yang menyerupai warna dan suhu tanah yaitu hitam kecoklatan dan suhu tanah pada umumnya, gembur dan memiliki pH mendekati netral. Pengomposan aerobik umumnya sering digunakan karna tidak berbau, proses pengomposan lebih efisien dan cepat, temperatur dalam proses pengomposan tinggi yang mengakibatkan bakteri patogen dan telur cacing terbunuh sehingga kompos dapat dihasilkan dengan baik.

Read More …