Tanaman Semangka “Citrullus Lanatus”

Gambar 1. Buah Semangka (Sumber: https://www.pertanianku.com/mengenal-asal-usul-semangka/ , 2016)

Semangka adalah suatu tanaman buah yang berasal dari Afrika dengan iklim sub tropis dan biasanya tumbuh di daerah kering. Semangka merupakan tumbuhan yang merambat dan buahnya memiliki kandungan air yang sangat banyak sehingga mudah tumbuh di beberapa wilaya Indonesia. Jenis/varietas yang sering dibudidayakan di Indonesia yakni Semangka Lokal Pasuruan, Batu Sengkaling, dan Bojonegoro, Semangka impor tidak terlalu banyak diminati karena adanya perbedaan harga dibanding semangka lokal. Beberapa jenis varietas tersebut yang hanya populer dikalangan petani untuk ditanam. Manfaat dari tanaman semangka yakni untuk mendapatkan buah segar, namun jika semangka muda dapat dimanfaatkan untuk sayur-mayur begitupun daun semangka yang dapat dimanfaatkan untuk sayur-mayur. Kulit semangka dimanfaatkan untuk membuat asinan atau acar layaknya buat mentimun. Tanaman semangka adalah tanaman satu musim dan mimiliki beragam jenis diantaranya semangka merah, semangka kuning, semangka biji, dan semangka non biji. Klasifikasi semangja termasuk dalam famili (Cucurbitaceae) yakni labu-labuan. Berikut klasifikasi Tanaman semangka secara rinci menurut R, Indriani, 2017.

Read More …

Pengelolaan Sampah Pasar Organik Menjadi Komposter dan Pupuk Cair

Sampah dapat diartikan sebagai bahan yang sudah tidak berguna atau bahan yang terbuang. Sampah dapat berupa basah maupun kering.

Beberapa klasifikasi sampah diantaranya:

      1. Sampah organik

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang sebagian kandungannya senyawa organik yakni sisa tanaman, kotoran, dan hewan. Sampah organik mudah diuraikan oleh mikroorganisme.

     2.  Sampah anorganik

Sampah an-organik sangat sulit di uraikan karena berbentuk plastik dan logam.

          Sampah di pasar merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar. Sampah yang dihasilkan dipasar mayoritas adalah sampah organik bekas sayur, buah dan sisa-sisa makanan yang sudah tidak bisa dimakan. Hal ini menjadikan pasar merupakan penyumbang sampah terbanyak setiap harinya. 1 hari saja, sampah di pasar menghasilkan 3-4 truk sampah dan hal itu terus berulang setiap hari. Gagasan ini muncul karena melihat kondisi yang memprihatinkan karena sampah-sampah tersebut tidak diolah dengan baik justru hanya menimbun sampah yang semakin menggunung. Sedangkan setiap kecamatan pasti memiliki pasar besar untuk pusat jual beli secara tradisional. Menggunungnya sampah di TPS akan menyebabkan peningkatan degradasi kebersihan lingkungan karena sampah mengeluarkan gas yang berupa metan yang berakibat pemanasan global. Gas metan mempunyai daya rusak 23 kali lebih kuat dari gas karbon.

Read More …