Tanaman Strawberry (Fragaria sp.)

Gambar 1. Morfologi Tanaman Strawberry (sumber: https://depositphotos.com/268630376/stock-illustration-parts-plant-morphology-garden-strawberry.html, 2019)

Menurut sejarah asal tanaman strawberry dari Benua Amerika. Seorang ahli tumbuh – tumbuhan atau botani bernama Nikolai Ivanovich Vavilov dari Uni Soviet, tahun 1887-1942 melakukan perjalanan ke Asia, Eropa dan Amerika dan menyimpulkan bahwa strawberry berasal dari Chili yang memiliki varietas Fragaria chiloensis, L.var Duchesne biasa disebut Strawberry Chili. Tanaman strawberry kemudian menyebar luas dari chillie ke daerah – daerah yang berada di Benua Amerika, Eropa dan Asia  (Sitohang, 1993). Strawberry yang sering dijumpai di swalayan adalah persilangan yang dihasilkan dari jenis Fragaria Virginia L.var Duchesne yang berasal dari Amerika Utara dengan jenis Fragaria chiloensis, L.var Duchesne yang berasal dari Chili. Hasil dari persilangan 2 jenis strawberry yang berbeda berupa strawberry modern (komersil) yaitu  Fragaria annanassa var Duchesne (Darwis, 2007). Strawberry merupakan tanaman yang tumbuh dengan baik di lahan dataran tinggi, karena strawberry memerlukan lingkungan dengan suhu dingin 17 – 20°C, kelembaban udara berkisar 80% – 90%, lama penyinaran matahari yang diperlukan yaitu 8 – 10 jam per hari dan curah hujan 600 mm – 700 mm per tahun. Kondisi tanah untuk strawberry yaitu jenis tanah liat berpasir yang gembur, subur dan dapat menyimpan air dengan baik.  Tanaman strawberry adalah buah dengan nilai ekonomi yang tinggi karena daya tarik dari buah ini terletak pada warnanya yang merah dengan bentuk yang unik dan rasa dari buahnya yang segar dan manis.

Read More …

Pengelolaan Limbah Sampah Organik Menjadi Kompos Menggunakan EM4

Sampah merupakan salah satu masalah yang sering terjadi di Indonesia, karena banyaknya masyarakat Indonesia yang belum memahami dampak yang timbul akibat sampah. Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mengolah sampah, namun cara – cara tersebut tidak dilakukan secara rutin dalam kehidupan sehari-hari, sehingga sering diabaikan atau tidak dilakukan secara rutin. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan mengolah sampah menjadi kompos, yaitu metode daur ulang sampah yang semakin hari jumlahnya semakin meningkat (Astuti, 2008). Kompos adalah salah satu jenis pupuk hasil penguraian sampah organik (misalnya daun). Bahan baku kompos yang sangat bagus dari sampah organik yaitu bahan organik basah yang memilki kandungan air yang tinggi contohnya sisa buah-buahan atau sayur-sayuran dari limbah rumah tangga. Bahan organik ini kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Kandungan selulosa dari bahan organik semakin besar maka proses penguraian bakteri menjadi semakin lama (Purwendro, 2006). Pengomposan adalah pupuk, tidak menggunakan bahan kimia sehingga dapat menyuburkan tanaman. Mendaur ulang sampah menjadi kompos memiliki banyak keuntungan. Pertama, dapat membuang sampah secara tepat dan kedua, mengolah sampah menjadi kompos sehingga memperoleh keuntungan komersial tinggi karena harga jual kompos cukup tinggi (Sulistyorini, 2005).

Read More …