Pemanfaatan Limbah Pisang Untuk Pembuatan Kompos Menggunakan Komposter Rotary Drum

Pisang (Musa paradisiaca L.) merupakan salah satu tanaman buah-buahan yang tumbuh dan tersebar di seluruh Indonesia. Negara Indonesia merupakan penghasil komoditi pisang terbesar di Asia. Pisang dibagi kedalam 3 golongan yaitu pisang yang dapat dikonsumsi, pisang yang diambil pelepah batangnya untuk serat dan pisang yang dijadikan sebagai tanaman hias. Pisang yang dapat dikonsumsi ada 2 kelompok, yaitu pisang yang bisa dikonsumsi secara langsung sebagai buah segar dan pisang yang perlu diolah. Pisang dapat dibuat menjadi pisang molen, keripik pisang, sale, tepung pisang dan sebagainya. Kabupaten Sumedang merupakan kabupaten penghasil sale pisang yang cukup besar. Jumlah industri sale pisang di Kabupaten Sumedang adalah sebanyak 20 unit industri dan memiliki kapasitas produksinya yang dimulai dari 500 kg sampai 2 ton bahan baku/proses. Proses pengolahan pisang itu sendiri dapat menghasilkan limbah padat berupa kulit pisang dan bonggol pisang sebanyak 38,45 % atau 192 – 769 kg/proses. Limbah dari pisang masih dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk-produk yang berguna dan memberi nilai tambah yang cukup tinggi, seperti minuman anggur, nata de banana, pectin, keripik, bahan baku kue dan sebagai bahan baku dari pembuatan kompos, karena kulit pisang mempunyai nilai gizi yang cukup baik karena kandungan karbohidrat, protein, energy, memiliki kandungan vitamin (C dan B), dan kalsium. Keuntungan dari penggunaan kembali limbah organik untuk pengomposan antara lain adalah pengomposan berpotensi dalam mengurangi pencemaran lingkungan yang akan terjadi dan meningkatkan kondisi sanitasi lingkungan. Aplikasi kompos pada lahan pertanian dapat mengurangi pencemaran karena berkurangnya kebutuhan pemakaian pupuk buatan dan obat-obatan yang berlebihan.

Read More …