Alarm Banjir Sebagai Penanda Banjir

Drainase sebagai prasarana pengendali aliran air dalam suatu wilayah merupakan komponen penting penunjang aktivitas. Pada prinsipnya penilaian baik buruknya sebuah kawasan baik perkotaan maupun pedesaan, faktor pendukung utamanya adalah sistem drainase yang mampu mengendalikan aliran air dengan baik. Namun keberadaan drainase kadang terabaikan karena dampaknya akan muncul jika terjadi masalah yang menyebabkan terhambatnya saluran tersebut sehingga membuat tersumbatnya pembuangan atau terjadinya genangan akibat meluapnya saluran tersebut sampai pada level tertentu yaitu terjadinya banjir yang dapat melumpuhkan berbagai aktivitas bahkan menimbulkan bencana yang sangat merugikan, merusak , bahkan juga dapat menimbulkan korban jiwa. Oleh karena itu sangat penting untuk merencanakan, mengatur,dan merawat drainase secara berkesinambungan.

Berdasarkan proses terbentuknya, drainase alami dan buatan

Drainase alami merupakan saluran air yang dibentuk secara alami, tidak ada campur tangan manusia. Layaknya sungai yang sudah secara alami merupakan salah satu poin dalam siklus hidrologi. Sementara drainase buatan adalah saluran air yang dibentuk secara sengaja dengan tujuan tertentu, dalam prosesnya ada alat dan bahan yang khusus.

Beberapa tujuan dibangunnya  drainase yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Untuk meningkatkan kesehatan lingkungan permukiman.
  2. Mengendalikan air yang berlebih di permukaan dilakukan seaman, ampuh dan tepat juga mendukung serta sejauh mungkin dapat mendukung keseimbangan alam.
  3. Mengurangi bahkan menghilangkan genangan-genangan air yang berpotensi menimbulkan penyakit di lingkungan pemukiman.
  4. Menambah umur ekonomis sarana fisik.
  5. Menjamin kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
  6. Melindungi alam dan lingkungan seperti tanah, udara dan air.
  7. Mencegah bahaya, kerusakan bahan, defisit dan muatan berat lain yang dikarenakan peraduan saluran dair derasnya banjir.
  8. Memperbaiki kualitas lingkungan
  9. Konservasi sumber daya air.

Beberapa cara menjaga dan merawat keberadaan drainase :

  1. Kegiatan Perawatan

Kegiatan perawatan adalah upaya menjaga kondisi dan kegunaan sistem tanpa merubah kontruksi. Meliputi :

  • Perawatan Rutin

Perawatan rutin adalah upaya menjaga kondisi dan kegunaan sistem tanpa merubah kontruksi  dan dilakukan secara berulang, yang meliputi:

  1. Drainase Saluran Terbuka, yaitu menghilangkan rumput di atas tebing, membersihkan sampah juga tumbuhan penghambat saluran, memperbaiki longsoran kecil di lereng saluran, dan memperbaiki kembali dinding yang retak.
  2. Drainase Saluran Tertutup, yaitu membuka tutup lubang kontrol dengan alat bantu tripod dan katrol, menancapkan jalon ke dalam lubang untuk mengetahui endapan sendimen, dilakukan dengan tiupan zat asam dengan blower yang dilengkapi inspektor dengan tabung zat
  • Perawanan Berkala

Perawatan berkala adalah upaya menjaga kondisi dan kegunaan sistem tanpa merubah kontruksi  dan dilakukan secara berkala.

  1. Kegiatan Perbaikan dan Penggantian

Kegiatan perbaikan adalah upaya untuk mengembalikan kondisi, kegunaan saluran atau bangunan drainase. Menurut sifat penanganannya dpt dibedakan :

  • Perbaikan darurat

Perbaikan darurat adah upaya yang bermaksud agar saluran dan bangunan dapat segera berguna. Kerusakan saluran ini dampak dari bencana alam atau kecerobohan manusia.

  • Perbaikan permanen

Perbaikan permanen adalah upayaa yang bermaksud agar kondisi dan kegunaan system kembali seperti semula, dengan peningkatan perbaikan darurat sampai memperbaiki kerusakan akibat bencana alam atau kelalaian manusia.

Kegiatan penggantian adalah upaya perawatan untuk merubah seluruh atau sebagian material prasarana fisik, fasilitas dan peralatan jaringan irigasi dengan ekonomis fungsi dan kondisinya tak layak lagi.

Kegiatan ini meliputi :

  • Pintu air atau pintu klep yang sudah rusak berat diganti dengan pintu yang baru.
  • Bagian dari peralatan pompa, alat komunikasi dll dalam kurun waktu tertentu diganti dengan yang baru.

Namun sebaik-baiknya sistem merawat maupun menjaga keberadaan drainase, tetap ada resiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Salah satu dari hal tersebut adalah ketika intensitas hujan di suatu wilayah terjadi sangat lebat karena keadaan cuaca ekstrim atau hal lain yang menyebabkan debit air diatas ambang normal, atau memang daerah tersebut adalah wilayah dataran rendah yang mempunyai kecenderungan menumpuknya air akibat gravitasi melemah. Karena nyatanya di daerah perkotaan khususnya, bencana banjir kerap terjadi bahkan hampir dapat dipastikan beberapa wilayah menjadi langganan banjir jika musim hujan tiba.

Ada hal yang dapat kita lakukan sebagai peran serta masyrakat dalam ikut serta memberikan solusi mengantisipasi untuk penyelamatan dini jika banjir tidak dapat dihindari. Salah satunya adalah pembuatan “alarm banjir”. Nampaknya sederhana namun ternyata alarm banjir ini cukup efektif.

Tujuan pemasangan alarm banjir ini setidaknya dapat menjadi persiapan masyarakat untuk menyelamatkan aset-aset penting yang dapat mengalami kerusakan jika terendam air, menjaga aliran listrik yang sedang aktif agar tidak membahayakan jiwa, dan dampak-dampak lain yang dapat merugikan. Cukup dengan memasangnya pada saluran drainase disekitar wilayah tempat tinggal kita.

Dalam pembuatan alarm banjir dibutuhkan peralatan yang sangat sederhana dan pembuatannyapun relatif mudah.

Alat dan bahan yang di butuhkan  :

  1. Pipa air ukuran 6 inci sepanjang lebih kurang 1 meter.
  2. Botol bekas air mineral ukuran sedang atau 660 mililiter.
  3. Alarm sepeda dengan sumber listrik baterai.
  4. Styrofoam bekas.
  5. Kabel lebih kurang 1 – 1,5 meter.
  6. 2 batang paku payung besar.
  7. Satu batang bambu raut berdiamter 1 cm atau 2 batang sumpit yang disambung.
  8. Lempeng logam dapat diganti dengan uang logam koin.
  9. Lem perekat
  10. Selotip pembungkus kabel dan gunting.

Cara membuatnya :

  1. Pipa saluran air dilubangi bagian tengahnya berbentuk persegipanjang.
  2. Tutup bagian atap dan alasnya dengan potongan steorofoam yang telah dibentuk bulat sesuai lubang pipa.
  3. Pada bagian atap tusukan 2 paku payung besar dengan jarak lebih kurang 3 cm, dengan bagian payung paku berada di dalam pipa. (fungsinya menjadi saklar)
  4. Pada bagian ujung paku di atap pipa, sambunglah kabel yang terhubung dengan alarm sepeda.
  5. Pasanglah batang bambu pada bagian tutup botol. Panjang dari dasar botol sampai ujung bambu sekitar ¾ panjang pipa saluran air.
  6. Pada bagian ujung bambu yang telah melekat pada botol di pasang lempeng logam atau koin logam.
  7. Masukan botol yang terpasang bambu ke dalam pipa.
  8. Uji cobalah dengan meletakannya di bak air dan isi air, sampai botol naik dan bagian lempeng logam menempel pada payung paku di atap paralon dan alarm akan berbunyi.
  9. Pasanglah alrm ini di saluran drainase dengan ukuran ambang batas permukaan air menjelang meluap, agar sebelum meluap alarm sudah bebunyi.

Beberapa usaha dapat dilakukan agar drainase berfungsi sebagai mana mestinya, tetapi faktor utama yang harus tetap ada yaitu kesadaran masyarakat untuk merasa memiliki sehingga semua pihak dapat bertanggung jawab menjaga dan merawat darinase tersebut demi kenyamanan dan keselamtan warga disekitarnya.

 

Tim Hitamparah. 2019. Macam-macam Drainase dan Fungsinya. Diakses November 13, 2020 pada https://hitamaprah.co.id/artikel/macam-macam-drainase-dan-fungsinya/

Redaksi. 2020. 11 cara menjaga lingkungan alam. Diakses November 13, 2020 pada https://jurnalsecurity.com/11-cara-menjaga-lingkungan-alam/

Frangos, Medea. 2006. Pertemuan 13 Pemeliharaan Sistem Drainase. Diakses November 13, 2020 pada https://www.slideserve.com/medea/pertemuan-13-pemeliharaan-sistem-drainase

Wahyuningsih, Dewi. 2014. Pemeliharaan Sistem Drainase. Diakses November 13, 2020 pada https://www.scribd.com/doc/251890016/Pemeliharaan-Sistem-Drainase

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *