Degradasi Lahan kian Memburuk, Solusinya?

Indonesia adalah negara beriklim tropis dengan 2 musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan karena dilintasi oleh garis khatulistiwa. Hal ini sangat menguntungkan Indonesia di sektor bidang pertanian sebab tanahnya menjadi sangat subur. Akan tetapi, degradasi (penurunan kualitas) lahan kini semakin memburuk akibat dari tidak terkontrolnya pembangunan pertanian, aktivitas pertambangan, dan industri yang dilakukan secara ilegal maupun legal dengan tujuan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan dan ekonomi negara. Akibatnya, unsur hara penting dan air bersih dalam tanah terkikis dan tercemar oleh residu kimia yang berbahaya akibat limbah-limbah yang tidak dikelola dengan baik tersebut. Contoh dari residu kimia berbahaya ini adalah pupuk anorganik, pestisida sintetis, logam berat beracun, dan belerang dioksida (SO2) yang dapat mengakibatkan hujan asam. Ekosistem perairan juga ikut terganggu karena air hujan yang mengalir melewati tanah membawa residu kimia berbahaya ke danau, sungai, dan laut. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat juga menjadi salah satu penyebab dari degradasi lahan karena terbatasnya ketersediaan lahan sebagai tempat tinggal. Oleh karena itu, diperlukan pembukaan lahan baru yang biasanya dilakukan dengan cara pembakaran atau penebangan hutan yang pengelolaannya kurang diperhatikan bahkan sembarangan. Bencana alam juga merupakan salah satu dari faktor penyebab degradasi lahan, contohnya banjir bandang, kekeringan, longsor, erosi, gempa bumi, dan meletusnya gunung berapi. Namun di Indonesia, degradasi lahan paling menonjol adalah akibat dari longsor atau erosi.

Read More …

Manfaat Irigasi Tetes untuk Tanaman Jagung

Air merupakan salah satu kebutuhan yang paling penting bagi semua makhluk hidup, baik itu manusia, hewan, maupun tumbuhan. Kebutuhan air untuk tumbuhan bisa dilakukan dengan irigasi.  Irigasi atau pengairan adalah suatu cara atau upaya yang dilakukan oleh manusia terutama para petani, untuk mengairi lahan pertanian pada musim hujan. Irigasi juga dapat diartikan sebagai penyediaan, pembagian, pemberian dan pengaliran air dengan menggunakan saluran tertentu. Irigasi ini ada berbagai jenis, yaitu irigasi tetes, irigasi permukaan, irigasi bawah permukaan, irigasi dengan pompa air, irigasi dengan menimba air dari sumber air lalu disiramkan ke tanaman secara manual, dan masih banyak irigasi lainnya. Salah satu irigasi yang akan saya bahas yaitu irigasi tetes. Irigasi tetes merupakan salah satu cara pengairan tanaman yang menghemat air dan juga pupuk, caranya dengan meneteskan air secara perlahan ke dalam akar tanamannya. Media irigasi tetes ini ada berbagai jenis, yaitu dari bahan botol plastik, dari selang drip, dari emiret atau pemancar, dan dari tabung marihot.

Read More …

Manfaat Pasir Vulkanik Bagi Pemurnian Air

Gunung bisa diartikan sebagai tonjolan permukaan tanah yang tinggi bahkan sangat tinggi dibanding dengan daerah sekitarnya. Mengacu dari KBBI, gunung dapat didefinisikan sebagai bukit yang sangat besar dan tinggi dengan batas minimal berketinggian lebih dari 600 mdpl. Hal ini selaras dengan standar yang ditetapkan oleh Encyclopaedia Britannica yang menyebutkan bahwa suatu bukit dapat dikategorikan sebagai gunung mempunyai ketinggian minimal 2000 kaki atau sekitar 610 mdpl.

Gunung sendiri bukan hanya sebuah hiasan Tuhan di muka bumi. Gunung dapat dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu gunung aktif, gunung istirahat, dan gunung mati. Gunung aktif bisa diartikan sebagai gunung yang masih mengalami atau terjadi aktivitas vulkanik di dalam perut gunung tersebut yang sewaktu-waktu dapat keluar menjadi letusan gunung berapi. Kemudian, gunung istirahat adalah gunung yang sudah lama tidak menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan dan bisa menjadi gunung mati namun masih ada kemungkinan untuk gunung tersebut aktif kembali walaupun sudah berlangsung selama ratusan bahkan ribuan tahun. Yang ketiga yaitu gunung mati adalah gunung yang sudah tidak menunjukkan aktivitas vulkanik atau dengan kata lain bukan gunung berapi.

Read More …

Tanaman Penyerap Polutan Metropolitan

Saat ini pencemaran udara akibat aktivitas manusia di kota-kota besar seluruh dunia sudah melampaui Nilai Ambang Batas (NAB). Nilai Ambang Batas adalah batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien, udara ambien sendiri merupakan udara bebas dipermukaan bumi pada lapisan troposfir yang dibutuhkan dan berpengaruhi bagi kesehatan umat manusia, makhluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya.

Menurut National Geographic, polusi udara adalah campuran partikel dan gas yang dapat mencapai konsentrasi berbahaya baik di luar maupun diluar ruangan. Sebagian besar polusi udara yang diakibatkan oleh aktivitas manusia berbentuk serupa debu dengan ukuran yang sangat kecil seperti diameter rambut (partikel) atau bahkan lebih kecil (partikel sangat halus). Partikel ini sangat berbahaya bagi kesehatan pernapasan manusia, karena dapat menyebabkan penyakit seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), asma, bronkitis pneumonia sampai gangguan pada jandung dan paru-paru.

Read More …

Optimalisasi Air Irigasi Pesawahan dalam Menghadapi Musim Kemarau

Irigasi merupakan pembagian, pemberian, penyediaan, pengaliran, dan pengambilan air untuk menunjang produksi pertanian, persawahan dan perikanan dengan menggunakan sistem, saluran, dan bangunan tertentu. Secara bahasa irigasi diambil dari Bahasa Belanda irrigatie dan dalam Bahasa Inggris irrigation yang bermakna pengairan atau penggenangan. Menurut UU No. 7 Tahun 2004 pasal 41 ayat 1 tentang Sumber Daya Air, irigasi merupakan usaha dalam penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air guna menunjang pertanian dan sejenisnya.

Tersedianya air irigasi menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan dalam pertanian. Sesuai dengan yang diutarakan oleh Siregar (1981) bahwa ketersediaan air irigasi menjadi sangat penting karena air berfungsi untuk memelihara struktur tanah, mengatur tinggi rendahnya suhu  tanah, menghambat dan menakan pertumbuhan gulma, dan membawa zat hara yang dibutuhkan oleh tanaman.  Dengan sifat dan jumlah pasokan air yang sering kali tidak terduga seperti pada saat terjadinya musim kemarau air sulit untuk didapat yang dapat mengancam pertumbuhan tanaman. Namun, terkadang pada saat terjadinya musim hujan justru jumlah air melebihi batas dari yang dibutuhkan dan dapat berpotensi banjir sehingga mengancam pertumbuhan tanaman pula. Untuk itu dibutuhkan strategi yang dapat digunakan dalam menyiasati dan menjamin ketersediaan air agar mempertahankan produktifitas pertanian. Menurut Hardjono (1990) Idealnya air  pada pesawahan padi harus selalu tergenang selama kurang lebih 80 hari, dan ketika mendekati masa panen yaitu sekitar 20 hari sawah tidak memerlukan banyak air sehingga harus dilakukan pengeringan.

Read More …

Dampak Penggunaan Batu Bara Sebagai Bahan Penghasil Listrik Bagi Lingkungan

Listrik merupakan salah satu kebutuhan utama manusia. Di Era Teknologi ini, tentunya peranan listrik sangat besar dalam kehidupan manusia sehari-hari sebagai energi pembangkit untuk alat-alat penunjang kehidupan manusia. Hasil penelitian menyebutkan bahwa di Indonesia, terdapat 30 juta anak dan remaja pengguna internet, yang tentunya membutuhkan listrik sebagai daya pengisi perangkat mereka. Tidak hanya perangkat komunikasi, peralatan rumah tangga juga pasti menggunakan alat-alat yang menggunakan listrik seperti contohnya lemari es, rice cooker, hingga kompor elektrik. Pada masa Pandemi ini, dapat kita lihat terjadinya lonjakan penggunaan listrik oleh masyarakat. Sehingga dapat kita katakan bahwa listrik telah menjadi kebutuhan utama manusia di era digital ini.

Read More …

Budidaya Tanaman Gedi (Abelmoschus Manihot) Dengan Urban Farming

Saat ini Urban Farming bukanlah hal yang begitu asing, Urban Farming adalah sebuah konsep pertanaian di perkotaan yang tidak memerlukan lahan luas dan hanya membutuhkan lahan secukupnya, seperti pekarangan rumah, balkon, atap, bahkan di tepian sungai. Dengan adanya tren Urban Farming ini ada banyak tanaman yang dapat dibudidayakan untuk kebutuhan di perkotaan. Salah satunya adalah tanaman Gedi (Abelmoschus Manihot).

Tanaman Gedi cukup populer di Sulawesi Utara terutama Manado untuk dijadikan bahan pangan. Tanaman ini dapat menjadi sumber pangan dan bahkan menjadi obat herbal, dimana hal ini akan sangat menguntungkan apabila masyarakat perkotaan membudidayakannya dengan cara Urban Farming. Untuk perawatannya tanaman ini bisa dikatakan sangat mudah, tanaman ini bisa tumbuh di berbgai daerah tanpa memerlukan pertimbangan khusus dengan suhu yang beragam. Berdasarkan pengalaman saya dalam menanam tanaman Gedi ini saya tidak menemukan kesulitan yang berarti. Saya menggunakan metode stek untuk membudidayakan tanaman ini, dengan batang tumbuhan gedi dengan panjang awal sekitar 25 cm sampai dengan 30 cm. Untuk media tanamnya hanya membutuhkan tanah tanaman ini tidak memerlukan pupuk atau sekam.

Read More …

Mengenal Konservasi Tanah dan Air

Negara Indonesia merupakan negara dengan sumberdaya alam yang berlimpah. Namun sumber daya alam yang ada di Indonesia belum dapat dimanfaatkan secara bijaksana. Pemanfataan sumberdaya alam yang tidak sesuai berpotensi untuk menimbulkan berbagai masalah yang dapat merugikan kehidupan makhluk hidup.

Tanah dan air merupakan sumberdaya yang sangat penting sebagai penyokong aktivitas kehidupan makhluk hidup. Tanah dan air merupakan sumberdaya alam yang dapat diperbarui, walau begitu sumberdaya tanah dan air sangat rentan untuk  mengalami degradasi atau kerusakan yang dapat disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pertanian, insfrastruktur, industri, pemukiman penduduk dan aktivitas lainnya. Degradasi yang terjadi dapat mengakibatkan kerugian karena dapat menyebabkan terjadinya kemunduran produktivitas tanah.

Read More …

Penggunaan Terasering dan Rorak sebagai Upaya Pengendalian Erosi pada Lahan Kelapa Sawit

Lahan di Indonesia semakin berkurang, peralihan lahan dari sawah menjadi kawasan industri dan kota serta cadangan pangan masyarakat Indonesia menjadi berkurang setiap tahunnya, untuk mengatasi hal tersebut pemerintah berupaya memanfaatkan lahan tidur berupa lahan kering dan lahan rawa. Usaha budidaya pertanian dan perkebunan  memiliki dua tujuan yang pertama dalam meningkatkan produktivitas yang setinggi-tingkginya dan yang kedua adalah mendapatkan margin keuntungan yang sebesar-besarnya. Jika tanah mengalami degradasi otomatis akan menurunkan produksi yang dapat dihasilkan, oleh sebab itu usaha untuk pengawetan atau konservasi tanah itu harus selalu terus-menerus dilakukan agar tanah tetap bisa berproduksi secara berkelanjutan. Konservasi merupakan sebuah cara untuk memperbaiki atau mengawetkan tanah dan air, Perlakuan pada bidang tanah akan berpengaruh pada tata air sehingga konservasi tanah dan air berhubungan erat (Arsyad, 2006).

Read More …