Tanaman Caisim (Brassica juncea L.)

Gambar 1. Tanaman Caisim (Sumber: https://8villages.com/full/petani/article/id/593adde03d63d9f76729dd2d, 2017)

Caisim (Brassica juncea L.) merupakan tanaman sayuran yang juga termasuk ke dalam salah satu komoditi pertanian di Indonesia. Tanaman ini termasuk ke dalam tanaman sayuran iklim sub-tropis yang juga mampu beradaptasi pada iklim tropis karena bersifat toleran atau tahan terhadap suhu yang tinggi. Menurut Rukmana (1994), caisim merupakan salah satu tanaman sayur yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi setelah kubis crop, kubis bunga, dan brokoli. Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang meningkat juga mempengaruhi permintaan pasar terhadap caisim. Permintaan terhadap caisim semakin meningkat, namun produksi dari tanaman caisim sendiri belum meningkat seiring meningkatnya jumlah permintaan. Berdasarkan pernyataan Direktorat Jenderal Pertanian (2014), produksi caisim memiliki peningkatan dari tahun 2009 hingga 2013. Jumlah produksi caisim sebesar 562,838 ton pada tahun 2009; 583,770 ton pada tahun 2010; 580,969 ton pada tahun 2011; 594,911 ton pada tahun 2012; dan 600,949 ton pada tahun 2013. Adiyoga (2009) menyatakan bahwa pertumbuhan konsumsi sayuran tahun 2003-2006 memiliki peningkatan estimasi per kapita dengan persentasi 0,7% per tahun. Konsumsi per kapita sayuran tahun 2050 diperkirakan akan menjapai 0,4963 per kapita dengan proyeksi jumlah penduduk Indonesia tahun 2050 dapat mencapai 400 juta orang, sehingga produksi yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan ialah sebesar 198.520.000 kuintal. Tanaman caisim dapat dijadikan sebagai salah satu solusi untuk memenuhi permintaan akan sayuran tersebut, hal ini disebabkan karena teknik budidaya caisim yang mudah, masa panen yang singkat, dan tentunya kandungan tanaman caisim yang penuh manfaat.

Read More …

Tanaman Bunga Krisan (Chrysanthemum sp)

Gambar 1. Bunga Krisan ( Chrysanthemum sp) (Sumber :http://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-bunga-krisan-potong/, 2016)

Tanaman krisan dengan genus Chrysanthemum merupakan tanaman bunga berasal dari Jepang dan Cina. Tanaman Krisan salah satu jenis kekayaan flora di Indonesia. Indonesia sendiri memiliki kurang lebih 20.000 spesies tumbuhan berbunga yang dimana jumlahnya lebih banyak dibandingkan negara-negara tropis lainnya. Tanaman bunga krisan yaitu bunga berhari pendek yang biasanya digunakan sebagai produk bunga potong atau tanaman hias sehingga pembudidayaan bunga krisan membutuhkan penambahan cahaya selama 13-16 jam/hari. Bunga krisan memiliki berbagai macam manfaat diantaranya dapat dijadikan obat batuk, sakit kepala, sakit perut, dan dapat dijadikan pembasmi hama dikarenakan dalam salah satu jenis tanaman bunga krisan terdapat zat pyrethrin yang sangat beracun sehingga dapat membunuh beberapa jenis hama.

 

Read More …

Tanaman Sirih (Piper betle L.)

Gambar 1. Tanaman Sirih (Sumber: https://www.ugaoo.com/knowledge-center/betel-leaf-or-maghai-paan-medicinal-plant/, 2017)

Tanaman sirih atau tanaman dengan nama latin Piper betle L., merupakan salah satu jenis tanaman merambat yang membutuhkan batang penyangga sebagai tempat untuk bersandar dan merambat. Tanaman sirih termasuk kedalam keluarga Piperaceae atau tumbuhan semak yang memiliki ciri berbunga majemuk, susunan bunga berbentuk untaian memanjang, bentuk buah yang kecil, daun berbau aromatis, serta terdiri dari berbagai spesies yang digolongkan berdasarkan warna daunnya seperti hijau, kuning, hitam, merah, dan putih. Tanaman sirih dapat tumbuh hingga panjang puluhan meter. Tanaman sirih banyak tersebar di berbagai wilayah Indonesia karena Indonesia memiliki iklim tropis dan seringkali ditemui tumbuh merambat di halaman, tembok bahkan pagar. Tanaman ini banyak dimanfaatkan terutama dalam bidang kesehatan. Bagian tanaman sirih yang banyak dimanfaatkan adalah bagian daunnya. Ekstrak daun sirih banyak diolah menjadi berbagai produk kebersihan dan kesehatan karena kemampuan antiseptiknya. Oleh karena itu, tanaman sirih banyak dibudidayakan oleh masyarakat.

Read More …

Optimalisasi Irigasi Pertanian Era Revolusi 4.0

Pertanian merupakan pondasi dasar ekonomi bangsa, perekonomian yang stabil dapat dicapai salah satunya melalui pembangunan pertanian yang baik. Perekonomian suatu bangsa dan pembangunan pertanian adalah berbanding lurus. Bangsa dapat dikatakan maju dan sejahtera apabila bangsa tersebut dapat mencukupi kebutuhan primer rakyatnya, yaitu berupa kebutuhan pangan.

Perubahan iklim global akibat tingginya angka kerusakan hutan dan perubahan pola hidup manusia yang cenderung tidak mempedulikan kondisi alam seperti penebangan pohon-pohon di hutan untuk dialihkan fungsi sebagai lahan industri yang mengakibatkan kerusakan hutan atau deforestration. Hal tersebut menyebabkan terjadinya pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu.

Read More …

Marigold (Tagetes erecta L)

Gambar 1. Tanaman Marigold (Tagetes erecta L) (Sumber : https://content.eol.org/data/media/00/03/36/8.10575191053.jpg)

Marigold yaitu sebagai tanaman florikultura atau biasa disebut tanaman horikultura yang dimanfaatkan bagian bunganya. Bunga pada tanaman ini memiliki warna dan aroma yang menarik sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini karena kandungan karotenoid dan minyak atsiri di dalam bunga Marigold, sehingga bunga pada Marigold bisa dimanfaatkan sebagai penghias, bahan obat tradisional, pewarna pakaian, sarana untuk persembahayangan, fungisida dan anti nematoda alami. Marigold memiliki berbagai jenis varietas diantaranya yang paling banyak atau dominan dibudidayakan yaitu Marigold Signet (Tagetes signata L), Marigold Prancis (Tagetes patula L) dan Marigold Afrika atau Amerika (Tagetes erecta L). Di Indonesia sendiri yang paling banyak dibudidaya yaitu Marigold Afrika atau Amerika (Tagetes erecta L).

 

 

 

 

Read More …

Tanaman Bunga Dahlia (Dahlia variabilis)

Gambar 1. Biji Bunga Dahlia (Sumber : https://kutanam.com/cara-menanam-bunga-dahlia/, 2020)

Banyak masyarakat yang tertarik dengan tanaman berbunga, alasannya karena tanaman tersebut memiliki perpaduan warna yang menarik dan bentuk yang unik. Salah satu bunga yang menjadi jawaban atas alasan tersebut adalah bunga Dahlia.

Bunga Dahlia yang ditemukan di meksiko pada tahun 1525, namun, pada tahun tersebut bunga ini masih dimanfaatkan oleh penduduk tersebut sebagai bahan makanan. Penduduk yang memanfaatkan bunga dahlia, pada mulanya menyebut tanaman ini sebagai tanaman yang memiliki batang yang kosong.  Setelah beberapa kali melalui proses penelitian, bunga dahlia pun akhirnya menjadi tanaman hias yang mendunia.  Salah satunya adalah bunga dahlia yang masuk ke indonesia sejak abad ke-19 dimana ketika Belanda ada di indonesia. (Prihatman, 2000)

Tanaman bunga dahlia memilki klasifikasi botani yang dimana divisinya adalah Spermtophyta dimana termasuk kelompok tanaman yang memiliki biji. Kemudian tanaman dahlia tergolong sub divisi angiospermae, yang berarti berbiji tertutup. Sub divisi ini terbagi menjadi dua kelas, yaitu monokotiedonae dan dikotiledonae. Untuk tanaman dahlia, termasuk kedalam kelas magnoliopsida atau termasuk dikotiledonae atau berkeping dua. Setelah pengklasifikasian tingkat kelas, selanjutnya adalah tingkat sub kelas yaitu asteriddae. Kemudian termasuk kedalam ordo asterales dan keluarga Asteraceae. Dalam famili tersebut, dahlia memiliki hubungan kekerabatan dengan jenis bunga aster. Namun pada genusnya, mulai terdapat peredaan, dimana dahlia termasuk kedalam genus Dahlia dengan nama spesies Dahlia variabilis.  (Titiek Widyastuti, 2018)

Read More …

Tanaman Selada (Lactuca sativa L.)

Gambar 1. Selada Kepala (Sumber: http://hidroponikpedia.com/inilah-10-daftar-nama-selada-hidroponik/ , 2018)

Tanaman selada dengan nama latin Lactuca sativa L. merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai banyak bentuk khususnya dalam hal bentuk daunnya. Ada 4 jenis tanaman selada yang sering dibudidayakan dan dikembangkan antara lain selada kepala atau selada telur, selada rapuh, selada daun atau selada potong, dan selada batang. Ciri-ciri fisik seperti ukuran, bentuk hingga warna tanaman selada akan berbeda setiap varietasnya, namun tinggi rata-rata tanaman selada adalah 30-40 cm untuk tanaman selada daun dan 20-30 cm untuk tanaman selada kepala (Saparinto, 2013). Tanaman selada sangat populer di kalangan masyarakat karena memiliki gizi yang tinggi, warna, rasa, dan tekstur yang banyak diminati. Sebagian besar selada dikonsumsi oleh manusia dalam keadaan mentah. Tanaman selada termasuk tanaman semusim yang dapat dibudidayakan pada daerah dingin, lembab, dataran tinggi, maupun dataran rendah (Rubatzky dan Yamaguchi, 1998). Read More …

Bunga Anggrek (Orchidaceae)

Gambar 1. Biji Anggrek (Sumber: http://beritaanggrek.blogspot.com/2013/01/budidaya-anggrek-part-1.html, 2013)

Tanaman hias atau Ornamental plant adalah jenis tanaman hortikultura non-pangan yang fungsi utamanya dimanfaatkan oleh seseorang untuk dinikmati nilai keindahannya. Keindahannya dapat digunakan sebagai penghias di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Indonesia dapat menghasilkan berbagai macam komoditas tanaman hias karena Indonesia berada pada iklim tropis dan memiliki kondisi permukaan mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Hal ini menjadikan Indonesia berpotensi sebagai penghasil industri tanaman hias yang berorientasi pada konsumen dalam lingkup nasional maupun internasional.

Bunga anggrek adalah salah satu tanaman hias yang banyak digemari oleh banyak orang selain bunga mawar dan bunga lainnya. Tanaman ini memiliki bunga yang indah dan memiliki ragam variasi. Bunga anggrek juga memiliki nilai jual yang tinggi, faktor yang mempengaruhi hal ini terletak pada keberhasilan dalam pembungaannya yang terdiri dari bentuk, corak, warna dan wangi yang dapat dinikmati oleh seseorang. Bunga anggrek dapat dijual dengan harga mulai dari puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah tergantung pada jenis dan faktor keberhasilan pembungaannya.

Read More …

Tanaman Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Gambar 1. Morfologi Tanaman Bunga Sepatu (Sumber: https://kitchenuhmaykoosib.com/bagian-bagian-bunga/ )

Tanaman bunga sepatu atau Hibiscus rosa-sinensis adalah salah satu spesies dari Malvaceace yang berfungsi sebagai tanaman hias, bahan pewarna makanan dan sebagai obat. Tanaman ini lebih dikenal sebagai tanaman hias karena memiliki bentuk dan warna yang indah dan memiliki berbagai karakter mahkota yang beranekaragam. Selain sebagai tanaman hias biasanya masyarakat Indonesia memanfaatkan H. rosa-sinensis untuk penyubur rambut dan juga sebagai pagar hidup untuk mempercantik halaman rumah. Bagian yang biasa dimanfaatkan sebagai obat yaitu pada daunnya biasa digunakan sebagai pencahar, lalu daun dan kulit batang digunakan untuk salah satu obat penggugur kandungan, tangkai sari untuk diuretik dalam mengatasi gangguan ginjal. Bunganya digunakan sebagai obat luka bakar, diabetes dan gangguan mestruasi, lalu daun dan bunganya digunakan untuk ulcer dan juga salah satu obat yang dapat mengatasi penyakit kanker. Keragaman warna bunga sepatu ini memiliki 4 warna yaitu kuning, merah, pink dan jingga. Bunga sepatu ini hanya bisa bertahan segar dalam sehari mulai pagi hari hingga sore, meskipun bunga ini tidak bertahan lama tetapi tanaman ini sering berbunga (cepat) terutama dengan pencahayaan matahari yang cukup memadai dan penyiraman yang rutin dan dikatakan pula tanaman hias ini memiliki reproduksi paling sempurna karena memiliki serbuk sari dan putik pada mahkota tanaman tersebut. Bunga sepatu memiliki manfaat yang banyak, hal ini bisa dibudidayakan pada sistem hidroponik dan fertigasi dengan melihat peluang untuk dibudidayakan secara konvensioal rumah tangga.

Read More …